Halaman

Sabtu, 03 Oktober 2020

adab bernegara, mufakat untuk musyawarah

adab bernegara, mufakat untuk musyawarah

 

Praktik bernegara menentukan status, sistem, struktur ketatanegaraan. Dominasi urusan eksternal yang menjadi karakter negara berkembang. Nusantara tidak berhak demikian. Bahkan lebih daripada itu. Bukti santai kasat mata pada multipartai. Diperkuat fakta bahwa politik selalu agama bumi.

 

Adab bertetangga yang bisa bersifat universal nasional jika diformulasikan secara kosntiusional. Aneka indeks peradaban, mengacu standar, skala global atau diangkat, diangkut, diungkit dari kandungan lokal bumi ibu Pertiwi. Nusantara sebagai negara pancasila, layak diperhitungkan. Tidak dapat dipandang sebelah netra. Di tingkat kawasan regional ASEAN, diplomasi antar negara cukup optimalkan fungsi duta besar.

 

Tampilan nusantara dipanggung dunia andalkan berita media massa arus utama. Andalkan info balik dari wisman, TKA plus apa ujaran media asing. Tim ujaran bebas ahli nista, peolok-olok politik, penabur plus penebar berita berbasis adu domba serta operasi senyap. Dipelihara oleh negara. Urusan internal negara sudah tersurat tersirat pasal berlapis, standar ganda. Otonomi dan otoritas daerah hingga desa, gubernur perpanjangan tangan pemerintah.

 

Kontra produktif, kontra arus, arus balik daripada gotong royong. Pandai-pandai memindai kepulan asap merah politik. [HaéN]

 

Jumat, 02 Oktober 2020

komentartor ahli unjuk isi perut ketimbang

 komentartor ahli unjuk isi perut ketimbang

 

Menjadi penulis tidak perlu syarat dan pakai ilmu. Perbanyak praktik menulis. Kuping menangkap sinyal alam, membaca ayat kauniyah. Baca karya tulis pihak manapun. Memperkaya gaya struktur kalimat tulis, memilah dan memilih kata yang identik, lebih sarat makna. Daur ulang tulisan sendiri sesuai tema. Penyaluran liwat jasa media massa arus utama ataupun arus pendek.

 

Keterbalikan dengan profesi, ahli menilai, mengkritisi, kupas bebas nalar karya tulis atau bentuk narasi informatif. Bahasan yang diterakan, ybs merasa lebih berbobot. Saking peka kadar, rasa, adonan keilmuannya, sensitivitas diri mudah tersulut. Ciri khas peolok-olok politik yang mudah meradang jika umpannya dilempar balik.

 

Satu kalimat yang dianggap menyerang martabat, nama baik jagoannya. Sigap pasang badan. Jurus maki plus nista langsung diterapkan. Soal substansi, pokok bahasan tidak konek, tidak masalah. Pakai dalil lawas pokrol bambu. Semangkin pandai main dalil, berbanding lurus dengan jalan tegaknya keadilan dan kebenaran. [HaéN]

lama !?, pertanyaan vs pernyataan

lama !?, pertanyaan vs pernyataan

 

Sebut saja nama celukan komersial, sesuai ybs menyebut nama diri: “Pak Haji Eddy . . . “. 20 tahun lebih berunur daripada saya. Hidup membujang lagi bersama anak mantu dan dua cucu. Dehem atau panggil kucing usai makan bebas waktu, bukti beliau masih eksis. Senyap dari percakapan. Langkah kaki, jarak pandang merekomendasikan diri sholat di rumah.

 

Langsung ke olah kata sesuai judul. Jemur pagi dan jalan sepanjang jalan lingkungan depan rumah. Alat kelengkapan jalan, teken atau tongkat kayu. Plus kacamata hitam. Sosok sehat karena mantan alat negara. Rutin awal bulan ke BRI ambil pensiunan. Pulang bawa beras.

 

Saat kami renovasi rumah. Start Agustus 2020 dengan penyiapan tanah, tebang pohon. Atraksi tukang menjadi obyek mata beliau. Duduk manis di teras, bahkan sebelum jam kerja tukang. Sambil tunggu sarapan belian cucu. Atau menunggu abang pedagang. Mulai bubur ayam, roti tawar atau manis, bubur kacang ijo, dawet, ketoprak, dsb. Sore tutup mulut dengan jamu kuat kakek-kakek. Malam sms ke mie rebus.

 

Agar pandang mata leluasa, duduk di meja. Atau ambil bangku plastik cari lokasi strategis, nyaman, aman. Kuping sigap tanggap suara penjaja makanan sore, siomay, bakso atau lauk tradisional. Siang, sesekali PSK alias pedagang sayur keliling langganan emak-emak, ikut nimbrung. Cari yang tidak ada.

 

Sore jelang maghrib 1 Oktober 2020, usai drop dan angkut puing ke kamar sedang proses konstruksi. Beliau seperti merasa aneh, ada acara urugan. Puing diturunkan dari truck. Dua petugas angkut ke dalam. Atau pasal lain, biaya makan p haji Eddy, ternyata tetap tanggung jawab ybs. Tidak bisa dititipkan pada proyek renovasi rumah. Makanya, saat saya sapa, beliau cuma jawab plus ujar satu kata: “lama !?”.

 

Kalau dijawab, seolah ikut gila. Terpancing logika perakalan. Dijawab, pertanyaan gila koq dijawab. Senyum sebagai jawaban cerdas ikhlas. Tanggal muda, beliau malah kurangi aksi diri awasi tukang.[HaéN]

 

wong pribumi tak mau rugi

wong pribumi tak mau rugi

 

Pendekatan aneka ilmu buatan manusia, plus laku penerawangan berbasis daya rasa batin beregjolak resmi tak beraturan. Semakin kian membuktikan pakai hitungan waktu, tarik ukur nafas, detak jantung sehat, kedipan mata, langkah kaki mandiri dan pasal, dalil belum diketahui manusia. Bahwasanya hidup adalah suatu kerugian. Minimal kerugian berupa rugi sendiri. Jelas tak mau dituding salah sendiri.

 

Ironis binti miris, manusia dengan sengaja terencana sibuk uber aneka versi rugi. Sudah disinyalkan di alinea pembuka. Derajat penyandang ilmu formal sampai ilmu kehidupan, Tahunya rugi setelah waktu melintas bebas santai tak pernah tergapai. Beruntung kata ahlinya, tahu-tahu sudah siang. Pihak yang paham religi sejak dini, bahwa bangun, bangkit disepertiga akhir malam. Tak akan pernah kepagian. 

 

Siklus hidup harian, mengandalkan satuan rugi terkecil yang kasat mata. [HaéN]

Kamis, 01 Oktober 2020

september 2020, 3,5 judul per hari

september 2020, 3,5 judul per hari

 

Selaku peolah kata di blogspot. Soal seberapa pemirsa 24 jam terakhir, jangan menjadi ganjalan apalagi terkait pasal merugi. Tetap tegakkan rasa syukur, lanjut dengan kontémplasi, tafakur secara mendalam. Menjaga stabilitas ungkapan jiwa raga agar tetap pada jalur lajur kemanfaatan.

 

Standar laik tayang jika per jam menyerap satu pemirsa dari berbagai negara. Soal ada tidak komentar. Hal wajar dalam dunia silat ujung jari tangan. Pemirsa beda lokasi lain waktu, menambah keberanian berjujuran tanpa pamrih. Amrih becik menjadi landasan moral.

 

Kilas balik bulan kemarin, tersebut september 2020 tertayang 105 judul. Pendatang baru kategori judul favorit “Pemanfaatan Lahan Pekarangan Pasca Pengembangan Rumah Swadaya”. Tindak lanjut bersyukur maka. [HaéN]

 

sebegitukah kadar pancasila anak bangsa nusantara berketurunan]

sebegitukah kadar pancasila anak bangsa nusantara berketurunan

 

Simak sejenak alinea keempat atau terakhir Pembukaan (preambule) UUD NRI 1945. Bagaimana praktik atau kejadian nyata sekarang. Bukan pakai asas komparasi, terapkan dalil banding, sanding, tanding. Jika ada fakta tak sesuai harapan, mungkin ada salah cetak. Cek naskah awal atau selidik tukang set percetakan.

 

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Karena kehidupan bernegara tergantung pihak yang sedang kontrak politik lim tahunan.[HaéN]