Halaman

Tampilkan postingan dengan label negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2023

lingkaran besar lingkaran kecil lingkaran jadi-jadian

lingkaran besar lingkaran kecil lingkaran jadi-jadian 

Frasa “hubungan industrial pancasila” bergulir di era pancasila sakti. Apakah karena trias-politica di bawah satu kendali mutu atau mandul bin tumpul.

Metode pemanfaatan barang baru. Temuan dari hasil perenungan. Ditentukan oleh penemunya. Ganti tangan bisa-bisa mempercepat degradasi, degenerasi.

Macam Partai Golkar (PG), di era dua periode kaping pitu. Menguatkan dekadensi moral politik nusantara.

PG mendapat tuah kutukan, kuwalat dari leluhur. [HaéN]

Minggu, 15 Oktober 2023

emak-emak menyegerakan panggilan masak

emak-emak menyegerakan panggilan masak 

Tentunya tidak semua emak-emak berperihal demikian. Kendati asumsi historis evaluasi empiris membuktikan laku dimaksud merupakan ciri wanci wanita modern nusatara. Filosofi njawani, wejangan Bapak Pendidikan. Bahwasanya perempuan tidak lepas dari kodrati 3M (masak, macak, manak). Dimensi emansipasi atau persamaan hak gender. Wong wédok, wong wadon punya peluang yang setara dengan kaum Adam mengurus bangsa dan Negara.

Sigap, tanggap emak-emak dengan kewajiban duniawi, menunjang judul.

Gadis bau bensin vs emak-emak bau jelantah. Nusantara bahkan punya fenomena perempuan dalam goresan sejarah. Sebutan wanita jalang mengalami penghalusan. Tapi kalau merujuk ke sosok pribadinya, melekat pada diri ybs. Melegenda sampai manusia lupa. Tak sengaja ada pihak juga tak sengaja menyebut media ruang luar, dst. Meluncur bebas menyebut baliho, papan iklan komersial. Ingatan publik melayang ke satu nama ikon bakalan. Babon petelur digadang jadi jago laga kandang.

Sisi lain menyiratkan wajah gebleg, watak ndablek malah sing dadi.[HaéN]

Kamis, 12 Oktober 2023

generasi salah sambung, bebas sambungan, tanpa sambungan

generasi salah sambung, bebas sambungan, tanpa sambungan 

Generasi identik, beririsan zaman normal dua periode SBY, 2004-2009, 2009-2014. Lanjut masuk zaman berkenormalam teranyarkan dua periode Jokowi, 2014-2019, 2019-2024. Tata ideologis mencetak mereka bak manusia bebas di segala bidang kehidupan. Manusia tanpa ikatan di semua aspek kemanusiaan.

Bakalan utama generasi nusantara emas 1945-2045. Di atas kertas terbayangkan betapa rapuh dalam. Dilema sistem politik multipartai sederhana, masuk titik kritis, titik jenuh bernusantara.

Paham bahwa politik lebih buas, sangar ketimbang politik itu sendiri. Efektivias dominasi rumusan supertéga, mégatéga, serbatéga, anékatéga untuk menjalankan roda parpol sampai tingkat bawah. [HaéN]

Sabtu, 07 Oktober 2023

100 pemirsa simak jumat 6 oktober 2023, teratas dari amerika serikat

100 pemirsa simak jumat 6 oktober 2023, teratas dari amerika serikat 

Fakta statistik https://ww.blogger.com/blog/stats/day, jumat 6 oktober 2023, 24 jam terakhir tersurat 100 tampilan. 21.00.00 17 pemirsa. 22.00.00 29 pemirsa. 04.00.00 28 pemirsa.

Antusias, atensi pemirsa dari Negara Amerika Serikat (AS), sahaja-sederhana-simpel. Cari fakta tentang nusantara lewat olahkata (karya tulis, artikel, tulisan bebas) di media sosial. Tampil secara kontinyu-konsekuen-konsisten. Memakai bahasa rakyat harian. Gampang dicerna sekilas baca. Lihat judul langsung paham.

Mereka juga paham dengan karakter media massa arus utama asuhan penguasa. Bahasa penguasa tampak diplomatis, politis dan tidak ada apa-apanya dibanding. Komedi politik multipartai. [HaéN]

angkat martabat koruptor dengan gelar petugas partai terbaik

angkat martabat koruptor dengan gelar petugas partai terbaik 

Justru pelaku tunggal tipikor dari unsur partai politik. Orang pilihan. Sehingga sabetannya terasa. Bukan manusia kebanyakan yang masih mikir-mikir risiko ekonomi, dampak moral, efek sosial. Bagaimana keluarga penanggung beban malu tak berkesudahan. Itu asumsi awam. Sinergi negara berdasarkan hukum dengan wujudan negara berkesejahteraan.

Main politik jangan setengah-setengah. Jangan tanggung dan canggung. Terapkan dalil serbatéga, supertéga, mégatéga, anékatéga. Utamakan kebijakan oknum ketua umum partai. Ikuti atas petunjuk djamin aman. Namun kiranya, jika membahayakan keamanan partai, khususnya nama baik sang juragan, pakai paket senyap, lenyap. Bukan dihilangkan dari peredaran. Angka keamanan optimal. Awal periode rawan, rentan, riskan, siapa dikorbankan lebih awal.

Skenario politik di atas prioritas urusan bernusantara. Keputusan politik langsung konstitusional dan berkekuatan hukum tetap. Bebas tanggung gugat, tanggung renteng apalagi tanggung jawab politik kenusantaraan.

Demokrasi multipartai sigap melibas pihak mana saja. Kepentingan negara bisa dikorbankan demi atas nama kepentingan internasional penanam modal. Bangkrutlah nusantaraku. [HaéN]

Kamis, 05 Oktober 2023

gengsi pelaku tunggal koruptor, bangga dengan prestasi, kinerja, karier politik

gengsi pelaku tunggal koruptor, bangga dengan prestasi, kinerja, karier politik 

Modal judul “asu mbalèni piringé vs dosa politik multipartai”. 13/7/2023 13:23PM. Nusantara selaku negara maritim, bahari, rute pelayaran cikal bakat tol laut sampai nenek moyangku seorang pelaut. Citra pasar terapung, manusia perahu (bukan éksodus, pencari suaka politik) identik lebarnya sungai.

Kilas balik judul “asu gedhé menang kerahé, kejahatan kerah putih vs kejahatan kerah biru”. 28/08/2023 13:06PM. Tak salah jika gubernur dan wakil rakyat provinsi, bersifat mengambang. Karena rakyat sudah diwakili oleh wakil rakyat kabupaten/kota. Untuk semua urusan. Gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sebagai jubir atau tukang halo-halo atau sebagai perantara utama usulan, aspirasi daerah.

Apalagi yang layak dipaparkan. KPK bukan tebang pilih. Sekedar alat politik penguasa. Jaga nama baik aktor intelektual. Jika penyelenggara negara diadili, berbanding lurusdengan rakyat akan terzalimi secara konstitusional. [HaéN]

Minggu, 01 Oktober 2023

sesama kawan partai jangan main politik-politikan

sesama kawan partai jangan main politik-politikan 

Substansi yang disajikan mungkin masih belum bunyi. Jauh dari fakta yang terus terjadi. Bahkan pelaku aktif tidak menyadari apa yang sedang dilakukan. Semua mengalir alami, begitu saja. Tanpa niatan memperbaiki keturunan. Apalagi memperluas jejaring dan jaringan kerjasama operasi saling menguntungkan.

Sibuk memperhitungkan arus kas masuk. Sibuk kasak-kusuk. Akibatnya saling gasak. Pagi mitra kerja, malam saling libas dalam ikatan semu kebangsaan. Semakin giat tabrak lari, meningkatkan peringkat kategori wong-pintar. Sama peringkat tapi beda jam terbang. Menambah daya rusak diri.

Ketika tatap muka pakai topeng ramah investor. Ketika acara jumpa wong-cilik pakai model keliru ucap nama baik ybs. Layak langsung gebuk di tempat. Menyebut sumber penghasilan resmi keruk dan keduk bumi. Dianggap minta dikebumikan sebelum matahari tenggelam.

Masih banyak kejadian yang lebih buas, luput dari liputan pekabaran. [HaéN]

Senin, 25 September 2023

jas merah vs boleh meninggalkan bukti janji kampanye

jas merah vs boleh meninggalkan bukti janji kampanye 

Pidato presiden pertama RI,  “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!”.  Disingkat menjadi jas merah. Pidato kenegaraan tiap 17 Agustus yang disampaikan pada 17 Agustus 1966. Merupakan pidato terakhir presiden Soekarno. Super semar 1966. 1967, Bung Karno bukan lagi presiden.

Entah kapan mulainya, entah siapa yang mempelopori. Daya ingat penguasa nusantara menyebut akronim ‘jas merah’ adalah jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin makna ‘melupakan’ lebih luas ketimbang ‘meninggalkan’.

Format narasi janji kampanye jelang pilkada serentak, pemilu legisllatif apalagi pilpres. Gambaran nyata kadar ideology parpol ybs. Identitas parpol kenusantaraan, sama-sama berbasis atas nama kebijakan dan kepentingan ketua umum serta demi kesejahteraan ketua umum. Maka oleh karena itu.

Nomenklatur ‘rakyat’ hanya pelengkap penderita narasi kebangsaan. Bahkan menjadi bahan baku bakalan wakil rakyat agar tampak keberpihakannya. [HaéN]

Sabtu, 23 September 2023

kawan partai punya parpol méwah

kawan partai punya parpol méwah 

Negara paling demokratis, pelopor demokrasi. Bahkan negara terbanyak populasi penduduk.

Partisipasi politik identik sistem multipartai sederhana, plus eksistensi parpol penguasa parlemen selaku bukti adanya demokrasi di nusanatara. Semakin banyak parpol ikut-ikutan pesta demokrasi, tolok ukur nusantara baru belajar berpolitik.

Pilkada serentak memaksa tokoh lokal turun gunung. Fenomena calon tunggal kian meneguhkan politik ada harganya, punya tarif spesial.

Umur teknis dan spesifikasi kandungan potensi lokal parpol selaku kendaraan politik taktis, alat penguasa. Boros di biaya rawat dan ongkos ruwat. [HaéN]

Jumat, 22 September 2023

figur generasi arus pendek, jauh dari idaman ibu pertiwi

figur generasi arus pendek, jauh dari idaman ibu pertiwi 

Klasifikasi generasi secara global, belum tentu pas cocok untuk ukuran wong nusantara. Tiap etnis punya penamaan sesuai adat istiadat lokal. Nama orang setelah berkeluarga bisa berganti. Garis keturunan, silsilah, marga, trah atau istilah semaksud membentuk batasan generasi. Spesifikasi fisik maupun non-fisik menjadi ciri khas wujudan. Bangunlah jiwanya bangunlah badannya, lagu wajib.

Asupan gizi seimbang menjadi rujukan orangtua, bak merekayasa genetika. Salah takaran, keliru komposisi bisa-bisa memang bisa membentuk bakalan generasi stunting maupun generasi obésitas. Bina generasi menjadi PR (pekerjaan rumah) bangsa dan negara.

Pendekatan kesehatan secara prosedural formal, lewat model BPJS. Memberi efek berganda. Mau sehat dengan anggaran kesehatan 10% APBN/APBD malah bikin panjang derita penderita maupun keluarga. Varian virus penyakit manusia beririsan dengan laju zaman berperadaban.

Pendekatan wawasan kebangsaan menjadikan nyali generasi cetak sekali jadi, menciut. Mental baliho. [HaéN]

Selasa, 19 September 2023

béla negara mbokdé mukiyo, dudu rélakan negara dikuasai asing

béla negara mbokdé mukiyo, dudu rélakan negara dikuasai asing 

Pekabaran tentang sosok, tokoh, figur mbokdé mukiyo sanggup mewakili kasus apapun. Muncul kapanpun tanpa edisi khusus. Bebas edisi spesial. Sebutan “mbokdé” tidak identik gender. Ingat, “dén bagus(é)” selaku penamaan “tikus” utawa tipikor.

Judul bulan lalu, “asu gedhé menang kerahé, kejahatan kerah putih vs kejahatan kerah biru”. Date modified 8/20/2023 13:06 PM tersimpan rapi di personal laptop. Silahkan simak agar tak gagal paham.

Duduk perkara sama rendah. Adalah kerumunan tirani minoritas nusantara tapi tersebar, memusat di pusat pemerintahan. Buka pintu usaha dan lapangan cipta kerja bukan untuk kaum pribumi. Utamakan bangsa yang lebih besar, kuat dan terbukti ideologinya bisa lebih seabad lewat kemasan partai politik. Bukan sekedar kejar ilmu sampai negeri China. Lebih “masuk akal” datangkan langsung peguru dari negara panda.

Modus penjajahan oleh bangsa sendiri, sudah sampat taraf, tingkat  legal konstitusional. Tersurat plus tersirat lewat kebijakan UU pesta demokrasi. Sigap gubah-ubah-rubah UU setiap kondisi yang memungkinkan. Mengakomodir kebijakan internasional dan gejolak pasar bebas dunia. [HaéN]

Senin, 18 September 2023

wani piro, setor piro, éntuk opo

wani piro, setor piro, éntuk opo 

Model transaksi politik dalam jaringan. Berlaku surut. Selalu gubah-rubah-ubah tanpa pekabaran.Tidak kenal jaminan mutu. Lunas dimuka, bebas uang pangkal. Pembayar tertinggi, dapat jatah utama. Pihak Anda kurang beruntung, uang hangus. Risiko main judi politik. Tahu bandar politik begituan dipercaya.

Pihak “Anda beruntung” pernasibannya akan menjadi sapi perah. Perjuangan belum rampung. Muncul kasus ramping-rimpang-rumpung-rempang- rempong.

Kejadian dibalik kasus dua periode kaping pitu. Jelas siapa beruntung. [HaéN]

Kamis, 14 September 2023

urusan nyawa rakyat bukan urusan presiden

urusan nyawa rakyat bukan urusan presiden

Hitungan menit, berapa penduduk nusantara yang berpulang. Menit yang sama, berapa jabang bayi lahir. Urusan pemerintah bidang manusia dan kemanusiaan, sudah didelegasikan sampai tingkat bawah. Bahkan dibantu dengan adanya RT/RW atau sebutan lain di bawah lurah/kepala desa.

Jadi, perkara kelahiran dan atau kematian, jangan diangkat – angkut – ungkit  jadi urusan presiden pilihan rakyat.

Jadi, menyangkut prestasi maupun prestise nusantara. Otomatis sebut nama baik presiden 3x dengan takzim plus hentak-hentak bumi tanda suka cita. Sambil acungkan tinju ke langit.[HaéN]

Rabu, 13 September 2023

gaul gampangan munggah balé

gaul gampangan munggah balé 

Dibilang ungkapan, disebut setengah filosofis. Maupun komen bahwa hakikat judul tidak jelas. Atensi pemirsa yang lebih bicara. Diangkat dari kisah kasih tak sampai-sampai. Berlatar belakang fakta di semua lini kehidupan bernusantara. Tanpa pandang jenis gender, bebas batasan pandai-pandai anak manusia.

Fakta nyaris tipikal di setiap teritorial SARA. Wujudan klasik asyik dominasi otonomi daerah. Pola hidup gaya bebas sampai tanpa gaya. Intervensi infiltrasi budaya asing yang kebal cekal. Langsung ke tangan batita lewat jasa gadget, gawai.

Daya tarik, daya pukau kedalaman jiwa nusantara diobral bebas. Ramah investor internasional. Generasi bebas identitas kemanusiaan. Format warna politik mengkebiri jati diri selaku manusia bebas. Sesuai HAM.

Penguasa saja di bawah kendali mutu kebijakan internasional. Apa kata dunia.[HaéN]

Sabtu, 09 September 2023

aktor intelektual kehormatan di balik mégakasus

aktor intelektual kehormatan di balik mégakasus 

Entah ada kejadian apa, sehingga diabadikan lewat pepatah “lempar batu sembunyi tangan”. Itu doeloenya doeloe. Jangan banding-sanding-tanding dengan modus gebrakan multipartai. Usai sukses adu domba antar anak bangsa. Langsung pindah lokasi.atau tunggu order dari pihak berbeda.

Pasca pecah belah persatuan nusantara, dengan gagahnya tepuk dada. Viral lewat media sosial. Lempar perkabaran bernada menghasut, menghujat. Model promosi-propaganda-provokasi sesuai paket. Sekali pakai atau kontrak jangka waktu tertentu. Penyedia jasa tebar sebar berita atau pendengung bias bermain untuk siapa saja. Lain waku terima order dari pihak yang pernah jadi target dan sasaran.  

Jangan ditanya atau jangan bilang-bilang. Biro khusus pemenangan pemilu di partai politik yang sedang berkuasa. Jadi bukannya merekrut kader atau pendidikan politik lewat pola indoktrinasi. Sanggup dan mampu melaksanakan kebijakan partai, itulah yang dicari. ATN bergerak langsung jadi kader kehormatan.

“Biro khusus” bak motor dan jantung penggerak partai politik. Di bawah komando oknum ketua umum. Menentukan seberapa abangnya program partai. Mempertaruhkan nasib anggota dan kawan partai. Bebas ditaruh dimana saja, sebagai apa,kapan saja. Termasuk resiko lenyap dan senyap dari panggung politik. [HaéN]

Jumat, 08 September 2023

omongan terbuang sia-sia

omongan terbuang sia-sia 

Padahal masih layak pakai. Baru sekali pakai langsung apkir. Langsung ketinggalan zaman. Hobi atau maniak belanja, borong demi gengsi diri di mata pihak berseberangan. Model ceplas-ceplos tanpa kontrol-kendali-kekang hati. Dominasi penyakit hati menyebabkan ybs  berdaya terima tak pakai lama. Apa guna mikir segala, keburu dipatuk ayam. Kedahuluan tetangga sebelah yang sigap 24 jam.

Sampah omongan melampaui kuota per kapita manusia sehat berakal sehat. Sudah mentok tidak bisa dioplos, didaur ulang, diformat ulang. Bahan penelitian ilmiah untuk mendapatkan gelar akademis kehormatan. Syarat administrasi kader partai model kutu loncat. Ujung tombak perang urat syaraf. Modal dasar menjadi petugas partai.

Tak dinyana oleh pihak manapun. Di antara onggokan sampah omongan, terdapat cikal bakal pasal kenusantaraan. Pas untuk diterapkan dikehidupan bersama ikn nusantara. Mégatéga,  serbatéga, supertéga saja belum cukup. [HaéN]

sengaja vs tidak sengaja tanpa hak apapun

sengaja vs tidak sengaja tanpa hak apapun 

Diam diri mematung tanpa gerakan apapun. Bisa-bisa dianggap tidak waras, agak miring, kurang lurus. Lebih daripada itu, layak diduga sedang merencanakan kejahatan. Mengamati, membaca target dan suasana khalayak. Sangkaan agak ringan sesuai tanggal ganjil atau tanggal genap. Opini publik atas modus demikian, tidak bisa diabaikan.

Bakar sampah di halaman, kebon, pekarangan sendiri, ada sanksi lingkungan, sanksi sosial.

Perilaku pribadi, individu selaku makhluk bebas. Tidak sebebas kata hukum. Dianggap potensial selaku tukang gambar situasi, pengamat lapangan. Beda jauh dengan aktor intelektual di balik kasus tipikor.

Bukan pelaku kejahatan, hanya penyusun skenario. Karena orang lebih suka nama tenar, kesohor maka lakon apapun sigap diri. Diorbitkan secara sistematis, kelamaan. [HaéN]

Senin, 04 September 2023

membenarkan diri sendiri

membenarkan diri sendiri 

Rumus kehidupan, tak sengaja dirumuskan. Tiap manusia seolah berhak merumuskan daftar riwayat hidup. Menjadi panduan bagi penemunya. Diviralkan lewat media sosial kebangsaan. Lengkap dengan foto kronologis kejadian perikehidupan bernusantara. Peristiwa yang tidak bisa diulang oleh pihak manapun. Bahkan ybs jika diminta menjadi nara sumber, hanya mantuk-mantuk tok.

Padahal, anak manusia dengan deretan kisah sukses. Biasa-biasa saja. Tidak merasa luar biasa. Bahkan sosoknya tidak dikenal dan tidak mau dikenal. Mereka lebih fokus kerja bangun kinerja agar karyanya yang dikenal dan dikenang. Ikuti gaya petani cangkul, tukang bangunan.

Ironis binti kronis. Generasi sekali-kalinya lahir di nusantara. Langsung masuk kotak. Ketimbang di luar hanya jadi pelengkap penderita. Saingannya melebihi kuota.

Tampil di depan cermin, antrian sudah sejak akhir malam. Semua sama-sama membawa surat sakti edisi terakhir. Bedanya pada tanggal kedaluwarsa. [HaéN]

Kamis, 31 Agustus 2023

observasi diri sendiri tentang aspek kedirian

observasi diri sendiri tentang aspek kedirian 

Korelasi, hubungan timbal balik antara asupan gizi seimbang dengan umur manusia. Proaktif, antisipasi serangan penyakit tertentu yang menyakitkan, sulit pulih, beban derita seumur hidup. Efek pengobatan dan atau penyembuhan medis, lebih ke arah mencegah menjalarnya sang penyakit. Agar penyakit penyerta, penyakit ikutan, penyakit susulan, penyakit dadakan tidak mendapat tempat dan peluang unjuk gigi. Jangan berharap banyak dengan anggaran kesehatan 10% APBN/APBD.

Pola meja makan, tetap saja menampilkan kasus stunting vs obesitas. Mirip episode penduduk miskin vs pelaku tipikor.

Gaya hidup manusia di panggung dan punggung bumi pertiwi. Persaingan kian sengit karena masing-masing pihak berbasis penyakit hati yang sama. Konflik sosial menjadi agenda resmi penguasa. Aktor intelektual (mbahé petugas tipikor), tirani minoritas berketurunan sampai kini.

Generasi bakalan penghuni ikn nusantara atau generasi pemilih pemula, tampak menua tanpa model. Mengandalkan “nama baik” semua pesaing berhal sama. Saling waspada, menunggu pihak lain melakukan kesalahan sekecil apapun. Sigap dengan senjata pemusnah. [HaéN]

Selasa, 29 Agustus 2023

akal-akalané wong njero, bolo dhéwé

akal-akalané wong njero, bolo dhéwé 

Pemirsa semua kelompok umur, paham serial “spionase kontra spionase” pada Perang Dunia II. Cikal bakal dunia intelijen, permata-mataan. Mungkin. Alat komunikasi bak zaman batu dibanding teknologi zaman terkini. Faktor manusia menentukan daya sadap. Memanfaatkan orang di teritorial lawan manjadi penguping, dengar-dengar maupun lihat.

Panggung politik nusantara, modal demokrasi multipartai, paham gaya perang non-konvensional. Tidak perlu tahu posisi dan status lawan. Musuh dalam selimut sampai pesaing profesional. Kondisi aman, nyaman, tata tentrem, adem ayem malah bikin gerah. Anggaran konflik tersedia dari berbagai sumber. Bolo dupak sigap 24 jam.

Pendidikan politik diutamakan tebar tabur ranjau ujaran berbasis penyakit hati. Kawan partai sanggup adu kepala melawan domba pejantan lokal atau adu pantat lawan domba petelur. Lelang umum nomor jadi kursi caleg. Jangan pakai tanya tarif, lansung bayar kontan di muka. Tarif caleg pemula lebih bergengsi.

Politisi sipil kutu loncat, dibutuhkan semua pihak. Jabatan Adipati membuat Karna loyal jenderal kepada sang raja Astina. Akankah akan mucul model Kumbakarna maupun gaya Gunawan Wibisana. [HaéN]