Halaman

Tampilkan postingan dengan label titip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label titip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2023

pengawal martabat pantat vs pengakhir derajat jidat

pengawal martabat pantat vs pengakhir derajat jidat 

Pasang surut kehidupan manusia bumi. Identik dengan nilai-nilai kemanusiaan bawaan lahir. Proses alami menentukan pembentukan akhlak, watak, karakter, budipekerti harian. Gaya hidup sigap gubah-ubah-rubah

 Percepatan pembangunan manusia seutuhnya, tanpa pandang bulu warna parpol. Beda pilihan pilpres menentukan kebijakan politik luar negeri. Bantuan asing identik identitas kepolitikan.

Jor-joran pembangunan fisik, bukti utamakan kepentingan wajah global hadir di nusantara. [HaéN]

Minggu, 15 Oktober 2023

frekuensi modus ABK (asli biang kerok)

frekuensi modus ABK (asli biang kerok) 

Konsekuensi logis bernusantara bareng oplosan, polosan sistem politik multipartai. Manuver politik kawan partai tak jauh-jauh dari hakikat pembunuhan karakter. Dagelan politik ringan-meringankan. Internal trah agawe bubrah. Kakak nomor satu, tidak percaya dengan daya politik keponakannya. Pengalaman, jam terbang politik bukan oleh keringat sendiri. Dua periode, mendapat kursi tiban. [HaéN]

Rabu, 11 Oktober 2023

obsési jadi orang kemarin soré

obsési jadi orang kemarin soré 

Pertimbangan medis berkemanusiaan, berharap setelah semalam menginap, mendekam akan terjadi proses alami pematangan jiwa raga. Esok hari atau pagi hari tidak perlu ditunggu. Apalagi dipercepat kedatangannya.

Pematangan kondisi internal manusia menurut perspektif pertanian. Bermanfaat dua arah tanpa syarat teknis. Mengendalikan gejolak emosi negatif yang peka, sensitif, responsif sentuhan ringan. Sisi lain mengendalikan keseimbangan dominasi faktor tak terduga.

Sénsasi perambisian manusia seutuhnya, butuh penyelarasan. Paham ‘tak semua gula disemuti”. Tak semua hasil olahpangan dikerubungi lalat. Tikus pun naik derajat menjadi pendeteksi makanan layak konsumsi.

Tahu-tahu sudah soré lagi. Jadi, kapan merasakan “jadi orang”. Pendidikan antikorusi sejak dini di lingkungan internal kawan partai. [HaéN]

Senin, 09 Oktober 2023

generasi swareformasi, pengawal vs pengakhir

generasi swareformasi, pengawal vs pengakhir 

Adab bernusantara membuat penguasa kehilangan jati diri. Menemukan bentukan lain yang dirasa pas dengan postur tubuh. Tongkrongan seolah kekar berotot. Erangan jiwa melankolis terbirit-birit. Edisi terakhir. Hidup sekali saja bikin susah kawanan semarga.

Nyali seujung jari, hanya berani malu. Mati enggan, hidup segan. Beban dikotomis, tanggung kawan dilematis bangsa.

Pakai metode sama-sama diuntungkan. Biarkan ybs bebas berbuat apa saja. Diamkan, anggap tidak ada. Jangan diujo atau dilulu. Nanti mati sendiri.

Masalahnya, mati satu tumbuh dua, Pakai rumus deret ukur. [HaéN]

Jumat, 06 Oktober 2023

diri ini, jangan kau manjakan dan atau jangan kau forsir

diri ini, jangan kau manjakan dan atau jangan kau forsir 

Aspek kesehatan bukan merupakan faktor pertimbangan utama. Semua berpulang kepada status riwayat kebugaran ybs. Tidak ada jalan tengah, sama-sama enak. Bukan harga mati. Kendati banyaknya sendi tiap manusia sama. Asupan gizi kemanusiaan menjadikan daya tahan dan pertahanan diri ini di atas rata-rata manusia normal. Mental kejiwaan seseorang tidak identik dengan postur tubuh. Potensi lelaki kekar mampu bersuara melankolis terbirit-birit.

Wong lanang kerémpéng punya stamina tidak bisa dianggap énténg. Kuat angkat junjung bahan bangunan. Ahli panjang petik pohon kelapa. Sakitnya cuma penyakit rakyat, “ora nduwé duit”. Pegal badan diatasi dengan minum wédang jahé geprèk, hangat. Dibuat sibuk diri, penyakit kerakyatan minggat. Tetap lapar itu perkara bawaan sejak lahir. Semua wong-urip merasakan.

Gaya hidup santai-santai. Mana mungkin manusia nusantara klas rakyat jelata, strata rakyat tapak tanah, lapis rakyat papan bawah mendapat anugerah guru besar kehormatan. Ketiban rezeki gelar doctor humoris causa.

Format manusia politik “nafsu garang tenaga kurang” menjadi ciri wanci kebangsaan partai politik pendominasi parlemen. Balutan sebutan petugas partai, boneka politik menambah fakta “manusia tak tahu dimanja”. [HaéN]

Sabtu, 30 September 2023

nikmat sehat hari ini untuk hari ini saja

nikmat sehat hari ini untuk hari ini saja 

Generasi ‘G’ nusantara, khususnya pengguna sumbu pendek tak bergeming simak judul. Ditanya komentarnya, pendapatnya cukup geleng-geleng kepala atas. Sambil garuk-garuk gitok, geger, gulu tanda tak paham. Kelompok umur atau gaya gaul cukup umur. Pasang ekspresi wajah diri dikira sedang berpikir keras. Gundul mantuk-mantuk bak mengingat-ingat pengalaman. Bahasa tubuh model goyang-gayung menstimulus imajinasi, kreativitas mengakali-akali bahasa langit. Alih ke sub-generasi wajah kota.

Pendekatan kebahasaan. Dikira ‘nikmat sehat’ berupa paket kebijakan kesehatan penguasa. BPJS atau model eceran sesuai kondisi daerah. Bantuan sehat mirip bantuan sosial. Bedanya, bansos ditangani kemensos. Sedangkan bantuan sehat menjadi tanggung jawab kemendagri yang paham tingkat kesehatan daerah. Paham daerah dengan sehat struktural.

Wajar jika umum mengira sehat adalah kondisi diri tidak sakit. Aktivitas harian, 24jam, dikerjakan rutin seperti biasanya. Kebal dengan penyakit penyerta, penyakit utama, penyakit ikutan. Sigap hadapi penyakit tiban, penyakit dadakan, penyakit susulan, penyakit titipan.

Bersyukur masih ada anak bangsa pribumi nusantara. Paham bahwa nikmat sehat dari-Nya. Bukan nikmat sekedar tidak sakit. Bukan berupa paket subversi manusia. Curahan, limpahan nikmat sehat bagi semua umat manusia. Berlaku seumur hidup. [HaéN]

Senin, 25 September 2023

gadis bau bensin vs emak-emak bau jelantah

gadis bau bensin vs emak-emak bau jelantah 

Ciri wanci zaman kalau tidak melibatkan sosok kaum Hawa, kurang berdaya tarik, berdaya pikat, berdaya pukau. Nusantara bahkan punya fenomena perempuan dalam goresan sejarah. Sebutan wanita jalang mengalami penghalusan. Tapi kalau merujuk ke sosok pribadinya, melekat pada diri ybs. Melegenda sampai manusia lupa. Tak sengaja ada pihak juga tak sengaja menyebut media ruang luar, dst. Meluncur bebas menyebut baliho, papan iklan komersial. Ingatan publik melayang ke satu nama ikon bakalan. Babon petelur digadang jadi jago laga kandang.

Menanjak ada sebutan cewek matre. Karena bukan gaya bahasan penulis. Lanjut ke hal dan perihal kemanusiaan untuk seluruh rakyat nusantara.

Dari seratus perempuan berpolitik, menjadi kawan partai, pegiat partai ternyata hanya satu orang tidak berpartai. Maka rakyat akan mengalihkan pilihan ke kerumunan emak-emak lain. Cari model yang tidak seperti yang sudah-sudah. Perempuan berpolitik maupun politik perempuan. Lazim jika naluri keibuan mampu mengendus pasal-pasal yang mengaitkan dengan moral, agama atau dinilai bertentangan dengan ideologi yang dipahaminya.

Perbuatan tercela dalam kamus dan bahasa politik kian bias, samar-samar, daerah abu-abu. Terlebih jika emak-emak pegang komando, kendali, kekang. [HaéN]

Selasa, 19 September 2023

ojo nganti, malah wis bablas

ojo nganti, malah wis bablas 

Diharapkan, jangan sampai (ojo nganti) terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Justru, biasanya bahwa kondisi yang tidak diharapkan terjadi lebih dahulu. Datang pertama kali, tanpa diundang. Muncul tak terduga dari arah tak terduga. Setor wajah paling awal. Seperti tahu ada kejadian berlapis. Semakin tidak sepertinya seperti dipacu untuk berkontribusi.

Faktor “kondisi yang tidak diharapkan”, menjadi penentu proses. Antisipasi, mitigasi dampak, jemput bola atau gaya ramah dengan pihak manapun.

Semua pihak tersebut punya hak setara. Kendati posisi tidak strategis. Tidak banyak ATHG justru punya peluang untuk berbuat banyak. Bisa menjadi batu sandungan bagi pihak yang main setengah hati.

Waktu tidak sekedar saksi, wasit. Bukan salah kejadian. [HaéN]

Minggu, 17 September 2023

tepo sliro sopo siro vs ora risi ora nduwé roso

tepo sliro sopo siro vs ora risi ora nduwé roso 

Manusia juga orang. Orang belum tentu manusia. Manusia dan orang sama-sama makhluk bumi, makhluk hidup. Ciptaan-Nya sebaik-baik wujudan fisik. Predikat manusia unggul sesuai akhlak. Status manusia seutuhnya mengacu kandungan komponen bawaan lahir. Sinergi potensi ayah-ibunya. Urutan karakter saudara memang misteri. Ilmu genetika menjawab secara terbatas. Malah alih-alih berdalih, terapkan asas banding-sanding-tanding dengan pisang sesisir.

Ikatan batin antar saudara kandung, tergantung jumlah, gender maupun jarak kelahiran. Kondisi ekonomi menentukan atensi orangtua. Ketika anak memasuki sekolah, mulailah argo masa depannya. Memahami anak adalah titipan-Nya. Jangan disia-siakan. Siapkan anak sesuai jalur masa depannya. Modal agama, ilmu dan berani hidup, berani hadapi kenyataan.

Konflik internal karena urut-kacang menjadi gemblengan mewujudkan jati diri. Menempa diri sendiri berakselerasi dengan arus zaman dan peradaban. Setiap anak punya otoritas atas kadar nasib.

Menghadapi dunia luar, apapun bisa terjadi, selalu terjadi dan tetap terjadi. Orangtua siap rasa kecewa jika perjalan hidup tidak sesuai harapan. Meninggalkan tradisi keluarga. Pemberontakan anak bisa secara senyap atau sengaja melencengkan diri. Untuk menarik perhatian ortu. [HaéN]

Selasa, 12 September 2023

peluang muncul di waktu luang

peluang muncul di waktu luang 

Pastilah. Sibuk-sibuknya diri tak sempat memikirkan hal lain. Konsentrasi fokus kerja dengan hati. Hasil memuaskan, minimal sesuai target rencana, diri sendiri yang diuntungkan. Beda jika pakai pasal karena menggugurkan kewajiban. Menghabiskan jam kerja. Kalau bisa dilanjutkan besok, jangan dituntaskan sekarang. Terlebih jika hanya dapat tunjangan transportasi. Efek tunjangan kinerja hanya diawal penerapan, uji coba. Setelah terkesan bermanfaat,“budaya kerja” kembali ke berkenormalan.

Menghadapi masalah ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, gangguan) dianggap hal sepele dan bisa disepelekan oleh sistem. Prinsip penganggaran jangan sampai terdapat sisa atau tak terserap 100%. Jelang babak seperempat akhir, matak aji. Kebut ramai-ramai habiskan anggaran.

Utamakan karier pribadi. Jangan sampai terganggu gara-gara perkara ringan, kejadian sepele. Persaingan menghalakan segala cara. Mengacu gaya kerja kawanan politisi yang sedang kontrak politik. Saling libas atas nama kebijakan parpol masing-masing.

Manusia belum sempat ambil nafas. Tahu-tahu kursi bergeser. Lain perkara dengan pihak bisa menjadi apa saja berkat sentuhan tangan politik. [HaéN]

Minggu, 10 September 2023

penyimpanan arsip bersejarah mbokdé mukiyo, dudu penyimpangan bukti sejarah

penyimpanan arsip bersejarah mbokdé mukiyo, dudu penyimpangan bukti sejarah 

Tes wawasan percaturan kenusantaraan khusus buat ABK. “Mantan presiden RI tidak sempat hadir di upacara kenegaraan peringatan hari kemerdekaan 17 agustus. Sempat-sempatnya tumpengan di markas besar partai politiknya. Disebut . . . . . ABK”.

Ironis binti kronis. Satu orang pejabat negara selaku pimpinan tertinggi pada lembaga negara anyar, setingkat menteri, dilantik oleh kepala negara. Tanpa sungkan, risi, malu sang oknum ABK tahu-tahu menongolkan batang hidungnya. Mlebu tipi.

Anekdot, satire humor politik menghibur rakyat. Tahan tawa malah dikira ngomongin laku berlagu sarat lagak. Tepuk tangan keras dikira ngusir secara halus.

Perasaan diri sendiri merasa diri ini bukan siapa-siapa. Besok mungkin saja masuk kotak sang dalang. Gejala kasat mata tidak bias ditipu-tipu dengan polesan, olesan. [HaéN]

Minggu, 03 September 2023

kenang kebaikan hati seseorang bukan karena deretan nama baik

kenang kebaikan hati seseorang bukan karena deretan nama baik 

Hanya terjadi di nusantara. Bukan karena langka, muncul sekali atau satu-satunya. Sertifikasi ‘nama baik’ orang dan atau manusia nusantara. Berkekuatan hukum tetap, menjelaskan ybs betul-betul ras manusia asli, tulen, murni atau sebutan lain. Bukti tertulis bahwa silsilah, trah, nasab biologis ybs terjaga otentitasnya. Dilindungi oleh UU sampai adat lokal yang mengikat adab berkedirian.

Frase ‘nama baik’ yang berposisi di awal kalimat menandakan ekspresi rasa yang dominan.

Ironis binti kronis, antar kuasa-milik-guna-manfaat sertifikat ‘nama baik’ tidak bersinergi bangun negara. Malah seperti sesama pesaing bebas saling libas. Jangan percaya dengan niat baik pihak lain walau konco sekasur.

Darah nusantara yang mengalir dan mengisi tubuh anak bangsa, memperkuat watak sigap 24 jam terima kebaikan dari mana saja. Bebas ikatan ideologi apa saja. Asas saling menguntungkan, ingat kredo “untung ada saya” lawakan srimulat. [HaéN]

Kamis, 31 Agustus 2023

sutradara intelektual vs mbahé petugas tipikor

sutradara intelektual vs mbahé petugas tipikor 

Teringat ada niatan olah babakan nusantarayudha. Pemilih pemula 2024 merasa bak caleg, capres. Mampu main hakim sendiri men-judge nasib bakalan kaping wolu. Aspek kejiwaan pegang peran. Sulit dijabarkan mengapa demikian. Mengacu istilah, kata ahlinya atau indikasi keterbelangan mental, kian menambah keruwetan kasus.

Laporan aduan kasus setiap saat masuk.

Antar mereka terjadi persaingan pamer ujaran berbasis penyakit hati. Kejadiannya seolah terjadi di dunia lain. Zaman pra-manusia. [HaéN]

Sabtu, 19 Agustus 2023

urusan rakyat, bukan urusan wajib wakil rakyat

urusan rakyat, bukan urusan wajib wakil rakyat 

Sebut saja kejadian bahwasanya masih membudaya jiks secara internal kondisi partai politik selaku infrastruktur politik masih setengah hati. Khususnya pada waktu menjalankan fungsi idealnya. Walhasil, bentuk suprastuktur politik (Presiden dan DPR) yang dihasilkan, setengah hati sisanya.

Mau tak mau, partai politik penentu nasib wujudan trias-politica nusantara.

Pasang surut kepercayaan publik kepada DPR selaku suprastruktur politik. Kawanan wakil rakyat tetap melaju pakai kacamata kuda. [HaéN]

Rabu, 09 Agustus 2023

iso mangkat ora iso urip manèh

iso mangkat ora iso urip manèh 

Bahasa gado-gado nusantara, lintas etnis. Apa beda mbok Iro dan mbak Ira. Diterima secara aklamasi dan nyaman di kuping ybs. Bukti persatuan  Indonesia lewat kebahasaan. Mirip lirik keroncong Waljinah “. . . iso nyawang ora iso nyanding . . . .”.

Runyam tanpa dianyam. Bakat dan bakalan kaping wolu, dilèr lan diulur-ulur. Bak 1 kg  emas kurang  1 gram.  Babak final bal-balan. Jelang habis waktu, skor imbang.  Asas  tahu sama tahu.  Andalkan tambahan waktu atau apes-apesnya bisa adu penalti.

Pendaftaran paslon capres dan cawapres, tunggu jam-jam terakhir hari pendataraan.  Akhirnya terjadilah “ . . . iso milih ora iso kepilih . . . ”.  

gampang éntuk, gampang entèk. [HaéN]

Senin, 07 Agustus 2023

jangan pernah bermimpi di negeri impian nusantara

jangan pernah bermimpi di negeri impian nusantara 

Zaman daripada Orde Baru, mau cari yang haram saja susah, ujar bang haji OmaIrama. Beda nyata dengan éra mégatéga. Mau menjadi pelaku kriminal jalanan, pegiat tindak pidana ringan, tidak bisa main sendiri  maupun mengandalkan komunitas SARA-nya.

Bagian dari organisasi sayap partai politik, berafiliasi dengan ormas (organisasi kemasyarakatan).  Lebih daripada itu, bahkan ada relasi, hubungan timbal balik dengan alat negara setempat. 

Gali (gabungan anak liar) versi Orde Baru, semula jadi herder penguasa. Ahirnya terkena pasal petrus (penembakan misterius).

Tipikor identik aktor negara. Kriminal politik berbasis tirani minoitas, défacto selaku pengendali penguasa. [HaéN]

Selasa, 01 Agustus 2023

aroma nuansa kebangsaan, pesing vs asing

aroma nuansa kebangsaan, pesing vs asing 

Peruntukan sumur resapan skala rumah tinggal, menjadi daya pikat agar hujan mau masuk ke dalam bumi. Jangan bersekutu membentuk koalisi gerombolan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Hujan tidak merata, yang merata banjirnya.

Model nenek moyang. Jugangan. Gali lobang tutup lobang. Sampah organik mengalami proses pembusukan, pelapukan kembali jadi tanah. Begitu juga pemirsa nantinya.

“Sampah masyarakat” di negara tirani minoritas disulap, direkayasa genetik, kanibalisme, mengalami pemuliaan menjadi penyelenggara negara. Ciri wanci a.l nama baik tidak tahan gores.

Kiranya, masih banyak fakta tak terungkap. [HaéN]

Senin, 24 Juli 2023

relawan politik digital adalah kita

relawan politik digital adalah kita 

Jargon ini lebih cespleng, manjur ketimbang “Jokowi adalah kita”. Kaping pitu belum sampai garis finish, si pelantar gigit jari sejak dini. Konflik politik akibat laku diri model kesusu, grusa-grusu. Modal nebeng, nempel, njilat penguasa langsung tancap gas.

Politik bisa menjadikan siapa saja menjadi apa saja. Begitu juga sebaliknya. Modal otot, okol dapat kursi.

Cipta kerja ideologis kian memanjakan modus operandi cari aman, cari selamat, cari nama. Banting harga diri. [HaéN]

Minggu, 23 Juli 2023

gajah mendatangi tambatan vs ula marani gebug

gajah mendatangi tambatan vs ula marani gebug 

Disederhanakan, diperumpamakan dari kejadian yang acap terjadi di kehidupan bernusantara sejak doloe kala. Bahasa tidak jadi masalah. Pemilihan nama binatang seolah mewakili karakter atau ciri wanci anak manusia pribumi.

Pemirsa masih ingat mental babi si manusia bebal. Didorong pantatnya agar berkemajuan. Ditarik moncongnya agar bergerak maju ke depan. Apa yang terjadi. Simbol naluri kemanusiaan.

Buaya yang merasa punya reputasi melegenda. Merasa tidak dianggap dalam percaturan ini. Tunggu episode yang akan datang. [HaéN]

Jumat, 21 Juli 2023

beda huruf depan hambat-lambat-rambat-sambat-tambat

beda huruf depan hambat-lambat-rambat-sambat-tambat 

Sambaté ngayawara. Merasa paling banyak keluar keringat. Imbalannya cuma ucapan terima kasih. Plus sanjungan basa-basi. Laku diri bak ‘gajah mendatangi tambatan'. Sengaja mencari kesulitan atau kecelakaan. Hambatan bukan dari pihak lain, pesaing. Ujaran bebasnya balik arah. Merambat,  merèmbèt sampai ke pihak tak terduga. Biar lambat asal masih ada yang bisa diembat. [HaéN]