Halaman

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2023

pengawal martabat pantat vs pengakhir derajat jidat

pengawal martabat pantat vs pengakhir derajat jidat 

Pasang surut kehidupan manusia bumi. Identik dengan nilai-nilai kemanusiaan bawaan lahir. Proses alami menentukan pembentukan akhlak, watak, karakter, budipekerti harian. Gaya hidup sigap gubah-ubah-rubah

 Percepatan pembangunan manusia seutuhnya, tanpa pandang bulu warna parpol. Beda pilihan pilpres menentukan kebijakan politik luar negeri. Bantuan asing identik identitas kepolitikan.

Jor-joran pembangunan fisik, bukti utamakan kepentingan wajah global hadir di nusantara. [HaéN]

Senin, 16 Oktober 2023

pembunuhan karakter lewat rivalitas multipartai sederhana

pembunuhan karakter lewat rivalitas multipartai sederhana 

Kilas balik ke judul lawas “pembunuhan karakter vs karakter pembunuh”. Date modified 10/27/2019 8:04 AM. Sibukkan diri dengan sedikit iseng bebas pretensi. Simak berita terkait laga bola sepak antara Persija vs Persib. Pesepak saat tanding memang serba saling. Kaki tangan, pasang badan sebagai andalan. Kepala mampu cetak gol. Belum ada evaluasi, bagaimana korelasi, relasi, interaksi antara rebutan kursi dengan rebutan bola.

Pengarusutamaan gender melahirkan watak serakah politik. Bukan juga. Kode etik politik serakah begitu bunyinya. Tak pakai lama, tak perlu antri atau merintis mulai dari nol. Tumpukkan keringat leluhur melicinkan langkah politik. Menggelincirkan bablas ke laut bebas.

Tanpa kata, rakyat tapak tanah selaku kelompok penekan, kelompok penyeimbang menjadi faktor penentu riset kebijakan berbasis wawasan kerakyatan. Aksi diam, aksi  bisu rakyat bak solidaritas spiritual  buka pintu langit.  Faktor penentu non-politik sisi lain dari karakter multipartai.

INDONESIA–ku, multipartai vs multipilot. Lazimnya sebuah rezim, tepatnya di éra mégatéga, bukan sekedar menjelma menjadi kezaliman, kelaliman. Maklum. Memang memang sebegitunya. Sudah sebagai langkah politik yang optimal. Mentok atas bawah. Jeblok samping. Apalagi tampak depan. Semrawut binti awut-awutan. Pokoké menang.

Kilas balik ke judul lawas “dilema regenerasi kepimpinan nasional, kebutuhan demokrasi vs syarat konstitusi”. Date modified 4/7/2018 7:17 AM. Dapat disimpulkan bahwa hak konstitusional warga negara ialah HAM yang dimuat seuai perubahan kedua UUD NRI 1945 di Bab XA Hak Asasi Manusia, yang meliputi Pasal 28A hingga Pasal 28J. [HaéN]

Minggu, 15 Oktober 2023

raut wajah, béda tipis sama tebal

raut wajah, béda tipis sama tebal 

Fanatisme anak bangsa nusantara terhadap roman muka sendiri. Cukup membingungkan diri sendiri. Prototipe postur tubuh khas nusantara. Tergantung permintaan survei, jajak pendapat, opini publik maupun metode aklamasi.

Otoritas lokal membuat standar profil manusia nusantara. Sesuai stratifikasi SARA. Persaingan bukan untuk menentukan skala unggul, ras nasib. Tampilan diri pas-pasan, tapi taji mematikan. Jam terbang dengan status tak resmi “pembunuh karakter dengan sesama jenis”.

Sanggup melibas atas, menebas bawah tanpa pikir panjang. Tarif langganan untuk paket ecek-ecek. Tingkat kesulitan standar jalanan. [HaéN]

Jumat, 13 Oktober 2023

tata ideologis manusia nusantara, sarat kebebasan

tata ideologis manusia nusantara, sarat kebebasan 

Fitrah kemanusiaan yang melekat pada manusia, bersifat dinamis, fluktuatif, pasang surut dan kondisional. Ironis binti kronis, terjadi derajat kemanusiaa mengendap di ambang bawah. Titik nadir. Bukan zona kritis. Bukan lampu kuning. Justru ybs tampak perkasa dengan atribut keduniaan.

Berbagi kebebasan antar anak manusia nusantara. Salah kaprah tapi lazim, wajar, masuk akal sehat manusia waras.memberikan sebagian “kebebasn pribadi” kepada manusia lain yang mampu berbagi nikmat dunia. Mendongkrak status sosial dengan pengorbanan yang pantas.

Manusia yang yakin dan sadar mampu memandang eksistensi pihak lain. Secara langsung unjuk diri bahwa sejatinya dia adalah manusia mulia.

Manusia sesungguhnya adalah manusia yang bermanfaat, berguna bagi sesama. Selaku teman yang selalu menemani. [HaéN]

Kamis, 12 Oktober 2023

generasi salah sambung, bebas sambungan, tanpa sambungan

generasi salah sambung, bebas sambungan, tanpa sambungan 

Generasi identik, beririsan zaman normal dua periode SBY, 2004-2009, 2009-2014. Lanjut masuk zaman berkenormalam teranyarkan dua periode Jokowi, 2014-2019, 2019-2024. Tata ideologis mencetak mereka bak manusia bebas di segala bidang kehidupan. Manusia tanpa ikatan di semua aspek kemanusiaan.

Bakalan utama generasi nusantara emas 1945-2045. Di atas kertas terbayangkan betapa rapuh dalam. Dilema sistem politik multipartai sederhana, masuk titik kritis, titik jenuh bernusantara.

Paham bahwa politik lebih buas, sangar ketimbang politik itu sendiri. Efektivias dominasi rumusan supertéga, mégatéga, serbatéga, anékatéga untuk menjalankan roda parpol sampai tingkat bawah. [HaéN]

Selasa, 10 Oktober 2023

serentak rakyat memilihmu

serentak rakyat memilihmu 

Mulai dari nasabah BRI. Pensiunan plat merah. Geser ke pendengar setia RRI. Acara favorit “anda meminta, kami memutar”. Lompat jauh ke kawanan MPR dan atau DPR. Nasib rakyat selama satu periode lima tahun, tergantung kebijakan partai.

Asumsi historis, rakyat memilih bakalan karena kualitas sosok ybs. Bukan pada parpol pengusungnya. Dua periode kaping pitu, beda pasal, sama kasus. Rakyat sengaja ngujo, nglulu, mblondrongké. Sekalian semua sama-sama babak bundas, babak belur.

Sasaran agar parpol penjajah bangsa sendiri, merasa eksis dan layak dipercaya. Kian banyak kasus tipikor tak terungkap, identik negara berkesejahteraan.

Mau generasi nusantara emas 2045. Itu soal generasi yad. Asas gubah-ubah-rubah IKN nusantara di luar nalar wawasan kebangsaan. Asal masih masuk nalar politik multipartai. [HaéN]

Minggu, 08 Oktober 2023

setelah jadi orang, jangan kau gadaikan nilai-nilai kemanusiaan

setelah jadi orang, jangan kau gadaikan nilai-nilai kemanusiaan 

Rasanya, tidak ada yang aneh, janggal pada judul. Tidak ada yang salah, tidak terdapat kekeliruan substansial maupun redaksional. Dianggap petuah, pedoman hidup maupun aturan main standar bagi pihak yang berjuang raih masa depan nan gemilang. Meneruskan tradisi dan kisah sukses orangtua.

Metode lompatan jauh, langkah panjang, zig-zag, saling libas, potong kompas, budaya instan, serobot antrian maupun ikut arus tapi jangan sampai terbawa arus.

Pemirsa tidak protes maupun apalagi ajukan mosi tidak percaya. Di negeri mereka, judul memang berlaku eksis, tanpa èmbèl-èmbèl dan seperti itu faktanya.

Di negeri Anda. Justru yang terjadi adalah kebalikannya, bertolak belakang, kontradiktif. Tanpa menyebut pihak mana yang dijadikan suri teladan. Tidak spesifik menyebut faktor penyebab. Mengajak pemirsa dari nusantara kilas balik sistem politik multipartai.

Kalau sudah menyangkut masalah ini, lebih mulia sampai disini bahasannya. Ketimbang ikut berbuat dosa politik. [HaéN]

Kamis, 05 Oktober 2023

saling-silang bersulang nusantara sukses menjadi

saling-silang bersulang nusantara sukses menjadi 

Petuah bertuah sampai kapanpun. Kalau mau umur panjang. Berladanglah  di lahan orang. Soal pasal serobot hak orang lain. Pakai acuan fakta di siapa doeloe petugas partainya. Siapa doeloe yang mbayari ybs. Uang negara mana yang dipakai ngurus negara. Sudah jelas jangan tanya balik. Layak dicurigai tanpa cek.

Asas gubah-rubah-ubah nusantara lewat wajah multipartai. Pola pengkuasaan, kepemilikan, berguna-guna maupun pemanfaatan negara – model berhala reformasi nusantara 3K (kuat, kuasa, kaya) – terus bergilir bak babi memakai kacamata kuda. Pengkotak-kotakan wilayah sesuai polarisasi partai.

Setiap manusia menyandang stratifikasi emosi yang telah dipetakan. Kandungan kadar yang beda tipis dari setiap individu, antar pribadi. [HaéN]

Rabu, 04 Oktober 2023

nilai jual SDM nusantara, nilai gadai SDA kontrak 5 generasi

nilai jual SDM nusantara, nilai gadai SDA kontrak 5 generasi 

Tunggu sejenak pemirsa. Sak’ududan. Sedikit kerumitan teknis dengan pilah-pilih istilah ekonomi supermakro, sebutan modus politik ecek-ecek lokal berbasis pola gotong-royong. Tidak ada tempat aman di bumi pertiwi. Jangankan peta bumi. Satelit pam sam, mampu memotret isi kandungan bumi sampai 200 – 400 meter di bawah permukaan tanah. Membuktikan adanya kaum bangsa, komunitas peradaban masa lampau. Karena ingkar, durhaka mendapat azab. Dibenamkan atau diurug material sejenis.

Judul santai “béla negara mbokdé mukiyo, dudu rélakan negara dikuasai asing”. Ibarat puncak gunung salju di tengah laut bebas. Pasal ini perlu kecerdasan kedua belah pihak. Daya cerna, potensi kena gebuk jalan bareng.

Kehidupan bernusantara lebih ditentukan ketersediaan politik sehat. Rakyat kian cerdas memahami “peta politik nusantara”. Spesifikasi teknis kendaraan politik, sekedar pemanis demokrasi setengah hati. Jangkan pernasiban rakyat terkini. Generasi Emas 100 tahun NKRI merdeka defacto plus dejure. Sudah tidak punya tempat aman, nyaman dan manusiawi.

Oknum ketua umum sebuah partai politik. Tak berlebih-lebihan jika disebut perpanjangan tangan kebijakan internasional. Biar merasa mendunia. Masuk klas global. Gelar akademis kehormatan menambah bobot peringanan diri sejak dini. Balon gas berbentuk boneka politik segala ukuran dan perwatakan. [HaéN]

Senin, 02 Oktober 2023

panguwasa keblinger, bènwaé nganti mati mblenger

panguwasa keblinger, bènwaé nganti mati mblenger 

Atas nama peradaban, adat istiadat nusantara. Kawanan oknum partai politik yang masih terikat kontrak politik 2019-2024. Biarkan meluncur bebas hingga batas akhir tutup buku. Sampai garis finish.

Hal-hal yang muncul dikemudian periode, risiko ditanggung ybs. Kepalang tanggung. Tidak perlu tanggung gugat, tanggung renteng. Hukum alam yang akan menentukan pernasiban, peruntungun.

Ketika kita minum susu, tinggal beberapa teguk. Ikuti protokol sehat diri. Aduk dan atau udak sebelum dihabiskan. Karena susu jika semakin diaduk/diudak, struktur kimiawinya akan homogen. Kian terasa pekat di lidah.

Beda dengan dikocok dalam botol. Kocok ulang kepemimpinan nasional. Model demokrasi sekali pakai habis. [HaéN]

Kamis, 21 September 2023

wajah gebleg, watak ndablek malah sing dadi

wajah gebleg, watak ndablek malah sing dadi 

Kasus santai perdagagan manusia subversi nusantara. Diperhalus menjadi transaksi antar kader partai. Pola magang, transfer ilmu pengetahuan. Semakin tahu, semakin tak tahu malu. Syarat koalisi dadakan jelang pesta demokrasi. Model pendidikan politik praktis, pola jam-jaman. Mematut-matut diri, berkolaborasi dengan lutut dan sikut. Merasa layak manggung, merasa pantas mentas politik.

Modal baliho dianggap mubazir. Asas wani piro, setor piro, éntuk opo sekedar basa-basi. Paket khusus, istimewa, spesial tersedia bebas tarif. Asal sigap sendiko dawuh. Sigap dawah sewayah-wayah.

Berharap kursi tiban mencontoh kawan elit partai. Kader kehormatan tinggal tunggu tanggal main. Tanggal ganjil atau tanggal genap menentukan perutungan. Bandar tidak mau rugi. Datang belakangan dapat tempat duduk paling depan. [HaéN]

Sabtu, 02 September 2023

cuci gudang politik nusantara 2024, koalisi semu vs semi koalisi

cuci gudang politik nusantara 2024, koalisi semu vs semi koalisi 

Pura-pura mau, ingin, hendak tahu apa itu sistem politik. Saudara dekat praktek demokrasi. Saudara seayah dengan pendidikan politik. Saudara  sambung multipartai. Agar terlihat agak sedikit tahu, dekati dengan pola tata niaga. Dari hulu hingga ke hilir, simak bagaiman kisah suksesnya. Padahal, dalam hati mengakui apa adanya. Bahwasanya, bahkan praktek dasar negara, tergantung jurus yang dipakai pihak penguasa.

Karakter dasar negara berkembang, tampak pada kawanan politisi sipil merasa berklas di bawah tempurung zonasi nusantara. Di bawah kendali otoritas  teritorial massa mengambang. Kuasa daerah pemilhan maupun kantong  suara. Pembibitan dari bawah, mulai dari nol. Mirip menyusun timnas bal-balan. Terhibur karena ada laga sesuai kelompok umur. Pelipur lara jika didaulat sebagai tuan rumah ajang non-nasional.

Orang lupa dengan pola sebaran wilayah adat politik nusantara. Melek politik anak bangsa pribumi, masih beranjak dari pola nasakom Orde Lama.Anak cucu ideologisnya masih bercokol secara terbuka. Riwayat kebangsaan tentang rasa nasionalisme tak identik dengan pergerakan politik.

Jika uang sudah mulai bicara untuk urusan berbangsa dan bernegara, otomatis akal, logika, nalar, daya pikir dan ilmu manusia langsung tereduksi. Bahkan berbanding lurus. Memang segalanya bukan karena uang, tetapi karena uang segalanya bisa terjadi.

Namanya politik, pakai jurus apa saja, dihalalkan. Pakai motif manapun, sah-sah saja. [HaéN]

Minggu, 27 Agustus 2023

jalaran kulino njalari dadi boneka partai

jalaran kulino njalari dadi boneka partai 

Abaikan frasa “kulino vs kuliwo”. Terkait etnisitas. Memperkaya wawasan kebangsaan. Tidak perlu diperdebatkan. Terima selaku fakta adab bernusantara. Meredakan dan meredam tensi kejiwaan anak bangsa pribumi berketurunan di tempat. Berkemiripan dengan wayang golek bebas lelakon.

Tidak ada pakem baku dalam kisah pewayangan perbonekaan. Hormati budaya warisan nenek moyang pengarung tol laut. Status negeri agraris, diperhitungkan dengan kemampuan impor pangan serta luasan sawah padi per tahun.

Selagi belum ingat kenangan. Pernah ngetop istilah “kuliah” akronim dari kuli sewayah-wayah. Lema ‘kulino’ dibahasahaluskan menjadi ‘kulinten’. [HaéN]

Jumat, 25 Agustus 2023

cerdas diri politisi sipil, sigap bak domba aduan

cerdas diri politisi sipil, sigap bak domba aduan 

Nuansa olok-olok politik mampu mencetak kader kawan partai pendengung, pendenging lewat media massa arus bawah. Literasi anarkis menentukan kadar elit partai. Parpol menjelma menjadi agama bumi. Minimal parpol animisme, dinamisme. Identitas partai ”belok kiri boleh langsung”.

Trengginas umbar ujaran tanpa sensor hati, sarat penyakit hati. Sigap membenturkan kepala dengan lawan politik. Peluang unjuk loyal total ke oknum ketum parpol.

Nyali politik nusantara memang didesain untuk saling libas, pecah belah, adu domba, hantam kromo, tabrak lari. [HaéN]

Kamis, 24 Agustus 2023

tegelwan vs tégawati

tegelwan vs tégawati 

Tidak selamanya bahasa mampu membahasakan fakta, terlebih menyangkut karakter manusia. Salah-salah malah menyalahi aturan bahasa itu sendiri. Memanfaatkan istilah bahasa asing agar tampak berklas. Hasilnya tidak jauh beda satu tiang menjadi tempat gantungan kabel aneka fungsi. Lewat kasus terbakar, bukannya menjadi bahan pelajaran.

Pihak berwajib atau pihak paling berwenang, malah menjadi peluang undang investor asing tanam kabel dalam tanah.

Upaya pengobatan super-modern tidak mampu menyembuhkan watak manusia dimaksud. Bahkan penyembuhan tradisional tidak mampu mengobati watak manusia dimaksud.

Karantina politik bagi ybs, sekedar antisipasi daya rusak diri.  [HaéN]

Rabu, 23 Agustus 2023

bakalan kaping wolu, U-8x8

bakalan kaping wolu, U-8x8 

Rumus utama, pertama ingat makna angka, bilangan “8” menurut adab. Batas umur, usia ideal masuk akal calon presiden. Yaitu minimal 8x8 atau 82  (delapan kuadrat).

Rumus selanjutnya, terapkan bonus demografi. Asas lokalitas nusantara, derajat kemanusiaan tidak kenal istilah umur “non-produktif”. Umur bonus menjadikan manusia berwatak hati-hati.

Abaikan kritik tanpa sensor hati, namun sarat penyakit hati. [HaéN]

Minggu, 20 Agustus 2023

kejahatan kerakyatan berbingkai demokrasi

kejahatan kerakyatan berbingkai demokrasi 

Salah satu judul agustus 2023 “urusan rakyat, bukan urusan wajib wakil rakyat”. Respon positif dari rakyat seberang lautan. Khususnya dari negara berpopulasi di atas nusantara. Juga tidak. Negara yang gemar perang jalanan. Antar geng sipil bersenjata. Model mafia lokal. Dunia hitam yang bahkan diperkuat otonomi alat negara.

Mereka iri dengan modus mafia politik nusantara. Tampak bermartabat. Melibatkan awak alat negara aktif maupun mantan. Kawanan atau dedengkot partai penyandang gelaran akademik. Bak guru besar dan atau dosen PTN.

Rakyat akar rumput, rakyat tapak tanah dijadikan ladang amal perpolitikan nasionalistis. Berkat suara rakyat yang salah coblos. Legitimasi pas-pasan menjadikan kinerja legislasi-anggaran-pengawasan ditambah uang pensiun. Kian tahu diri. Betapa harga diri selaku wakil rakyat. [HaéN]

Sabtu, 19 Agustus 2023

urusan rakyat, bukan urusan wajib wakil rakyat

urusan rakyat, bukan urusan wajib wakil rakyat 

Sebut saja kejadian bahwasanya masih membudaya jiks secara internal kondisi partai politik selaku infrastruktur politik masih setengah hati. Khususnya pada waktu menjalankan fungsi idealnya. Walhasil, bentuk suprastuktur politik (Presiden dan DPR) yang dihasilkan, setengah hati sisanya.

Mau tak mau, partai politik penentu nasib wujudan trias-politica nusantara.

Pasang surut kepercayaan publik kepada DPR selaku suprastruktur politik. Kawanan wakil rakyat tetap melaju pakai kacamata kuda. [HaéN]

Jumat, 18 Agustus 2023

menang hancur kalah lebur

menang hancur kalah lebur 

Rumus setan pun tidak berujar kaya karena judi. Judi memperkaya bandar judi, penyelenggara judi, pelindung judi, penyedia jasa judi, antek dewa judi, pengusaha judi bersertifikat milik negara maupun pihak pencari bakat judi di masyarakat miskin akibat turunan.

Demokrasi judi-menjudi nusantara. Pemegang berhala reformasi 3K (kaya, kuat, kuasa) layak didaulat menjadi dewa judi politik.

Pekabar antar periode, tetap eksisnya tirani minoritas pegang kendali mutu. Sepur senyap kalah pamor dengan manusia lenyap. [HaéN]

Rabu, 16 Agustus 2023

loyalis vs relawan, dua sisi mata uang logam

loyalis vs relawan, dua sisi mata uang logam 

Jika ybs tidak dapat dibuktikan sebagai loyalis. Tidak otomatis ybs adalah relawan serta tidak perlu bukti atau pembuktian. Kendati, opini publik menyatakan ada beda antara loyalis dengan relawan.

Saksi netral mengatakan. Loyalis lebih relawan ketimbang relawan itu sendiri. Idem sebaliknya. Relawan lebih loyalis ketimbang loyalis itu sendiri.

Terlebih sama-sama satu almamater. Satu guru satu ilmu. Beda peruntungan semakin membuka beda-beda yang lain. [HaéN]