Halaman

Tampilkan postingan dengan label demokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demokrasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Oktober 2023

frekuensi modus ABK (asli biang kerok)

frekuensi modus ABK (asli biang kerok) 

Konsekuensi logis bernusantara bareng oplosan, polosan sistem politik multipartai. Manuver politik kawan partai tak jauh-jauh dari hakikat pembunuhan karakter. Dagelan politik ringan-meringankan. Internal trah agawe bubrah. Kakak nomor satu, tidak percaya dengan daya politik keponakannya. Pengalaman, jam terbang politik bukan oleh keringat sendiri. Dua periode, mendapat kursi tiban. [HaéN]

raut wajah, béda tipis sama tebal

raut wajah, béda tipis sama tebal 

Fanatisme anak bangsa nusantara terhadap roman muka sendiri. Cukup membingungkan diri sendiri. Prototipe postur tubuh khas nusantara. Tergantung permintaan survei, jajak pendapat, opini publik maupun metode aklamasi.

Otoritas lokal membuat standar profil manusia nusantara. Sesuai stratifikasi SARA. Persaingan bukan untuk menentukan skala unggul, ras nasib. Tampilan diri pas-pasan, tapi taji mematikan. Jam terbang dengan status tak resmi “pembunuh karakter dengan sesama jenis”.

Sanggup melibas atas, menebas bawah tanpa pikir panjang. Tarif langganan untuk paket ecek-ecek. Tingkat kesulitan standar jalanan. [HaéN]

Sabtu, 14 Oktober 2023

dilarang keras miskin, setengah melarat boleh

dilarang keras miskin, setengah melarat boleh 

PBB (perserikatan bangsa-bangsa) masih menyimpan dokumen negara-negara kategori miskin. Bakalan negeri miskin di benua potensial sumber daya alam (SDA). Obyek skenario kudeta milter antar negara modern. Bantuan militer agar pemerintah yang sedang berjalan, tetap eksis sampai pilpres.

Pangkalan militer dibangun mengimbangi gudang pangan nasional. Menghindari penjarahan atau sabotase sesuai skenario. Tenaga pendamping milter asing, menyiapkan bakalan petugas partai yang sigap dibentuk.

Ratio bantuan militer berdasarkan kemampuan taktis kendaraan politik sistem multipartai. Efektivias dominasi rumusan supertéga, mégatéga, serbatéga, anékatéga untuk menjalankan dapur pacu parpol sampai tingkat bawah. Langsung frontal dengan wajah wong-cilik. [HaéN]

Jumat, 13 Oktober 2023

tata ideologis manusia nusantara, sarat kebebasan

tata ideologis manusia nusantara, sarat kebebasan 

Fitrah kemanusiaan yang melekat pada manusia, bersifat dinamis, fluktuatif, pasang surut dan kondisional. Ironis binti kronis, terjadi derajat kemanusiaa mengendap di ambang bawah. Titik nadir. Bukan zona kritis. Bukan lampu kuning. Justru ybs tampak perkasa dengan atribut keduniaan.

Berbagi kebebasan antar anak manusia nusantara. Salah kaprah tapi lazim, wajar, masuk akal sehat manusia waras.memberikan sebagian “kebebasn pribadi” kepada manusia lain yang mampu berbagi nikmat dunia. Mendongkrak status sosial dengan pengorbanan yang pantas.

Manusia yang yakin dan sadar mampu memandang eksistensi pihak lain. Secara langsung unjuk diri bahwa sejatinya dia adalah manusia mulia.

Manusia sesungguhnya adalah manusia yang bermanfaat, berguna bagi sesama. Selaku teman yang selalu menemani. [HaéN]

Kamis, 12 Oktober 2023

hindari pertentangan, hadapi tantangan bertujuan nusantara bangkrut amal politik

hindari pertentangan, hadapi tantangan bertujuan nusantara bangkrut amal politik 

Selalu terjadi bebas perkabaran, pewartaan. Betapa sosok rakyat jelata dengan segala atribut fisik kasat mata. Berdiri dimana saja, selalu diangap salah, banyak kelirunya. Duduk manis tanpa ribut, layak diduga sedang merancang bangun keributan. Gaya hidup “ndeso”, “kampungan”, “udik”, “norak” kian menyiratkan karakter anak bangsa tak diharapkan. Generasi tanpa harapan. Dibutuhkan untuk menentukan kebutuhan cadangan pangan nusantara. Sekiranya dalam jangka waktu tertentu. Mereka tidak menampakkan diri di haribaan ibu pertiwi. Banyak pihak merasa kehilangan “karung tinju hidup”. Masuk berita “salah sasaran”. Salah sendiri berada di lokasi kawasan terlarang.

Rakyat yang nyaris tersebar bertebaran sesuai kondisi geografis, geologis tanah-air nusantara. Di bawah standar kemanusiaan pro-manusia. Bulan-bulanan politik lokal. Kalkulasi politik multipartai butuh klas rakyat yang sigap dikorbankan hak politiknya. Terlebih mereka yang masuk kategori layak menerima bantuan sosial. Atas nama dan demi kehidupan adab berpolitik nusantara. Manuver-modus-motif politik abal-abal, politik ècèk- ècèk harian membentuk watak komunitas, kelompok, kerumunan. Interaksi sosial kian nyata berbasis sama-sama diuntungkan. Secara historis, bakalan sistem ekonomi dan pasar modern.

Pembiaran karena rakyat jaga nama baik kawan partai. Paham bahwa politik lebih buas, sangar ketimbang politik itu sendiri. Padahal ybs merasa tidak begitu. Biasa-biasa saja. Terbentuk di partai politik nasionallitas berkenusantaraan bebas haluan ideologi. Dominasi rumusan supertéga, mégatéga, serbatéga, anékatéga untuk menjalankan roda parpol sampai tingkat bawah. Fungsi wong-cilik selaku acuan raih kursi wakil rakyat, tanpa pandang bulu. Ajaran oknum ketua umum parpol menjadi agama bumi. Wangun ora wangun, tancap gas, sigap libas.

Pasal yang meringankan tumpukan dosa politik berlapis. Langkah terakhir angkat martabat koruptor dengan gelar petugas partai terbaik. [HaéN]

Rabu, 11 Oktober 2023

pucuk pimpinan bangsa dicinta, pucuk benalu pun muncul

pucuk pimpinan bangsa dicinta, pucuk benalu pun muncul 

Éfektivitas kedaulatan rakyat lewat modus parpol multipartai sederhana, biaya politik standar internasional. Semakin menggila di pesta demokrasi 2024. Koalisi semu, kompromi politik abal-abal menjadi tontonan harian. Bebas sanksi moral “gotong-royong”.

Dukungan parpol mengarah pecah-belah persatuan, kesatuan, bersatunya nusantara.

Model pimpinan parpol penguasa identik presiden, kepala negara, kepala pemerintahan. Di atas frasa “jabatan rangkap”, subversi tirani minoritas nusantara.

Hukum rimba belantara nusantara tak bertu(h)an, membiarkan anak bangsa saling menerkam. Saling memangsa. Tidak sekedar politik adu domba si gembala sesat.[HaéN]

Selasa, 10 Oktober 2023

parpol penguasa, padhajayanya magabathanga

parpol penguasa, padhajayanya magabathanga 

Subjudul kedua mencuplik “hana caraka”. Soal wangun ora wangun. Begitulah guna bahasa. Pemirsa di luar sana, paham dan tanggap narasi yang tidak bisa dibiarkan. Tempat kejadian kasus, tidak masalah. Semakin diuraikan, bahasan semakin cemplang. Dibumbui fakta selaku contoh akurat, sahik. Kalau sudah tradisi, tidak layak berbantahan.[HaéN]

Senin, 09 Oktober 2023

serba tidak: tidak bertentangan, tidak saling menunjang, tidak bermanfaat

serba tidak: tidak bertentangan, tidak saling menunjang, tidak bermanfaat 

Kendati judul masuk kategori “tidak mungkin”. Ini nusantara bung! Kejadian macam apa saja, terus terjadi. Kejadian yang belum pernah terjadi. Dilaporkan secara kronologis, sesuai duduk perkara. Diperkuat foto, keterangan saksi mata. Sedemikian rinci, runtut.

Tempat kejadian perkara di lokasi umum. Dikenal semua pihak. Cocok untuk lokasi main film drama kemanusiaan. Adegan nyaris alami, tanpa rekayasa. Spontanitas.

Improvisasi teater politik multipartai. Adu banyak-banyakan “tidak”. Penyedia barang dan atau jasa ”tidak”, serentak panen raya. Terima order dari semua pihak. Paket jam-jaman maupun paket melekat satu periode.[HaéN]

kentut pun bisa bohong

kentut pun bisa bohong 

Cadangan pangan nusantara antar periode. Riwayat dan cerita sepakat impor, bikin heran badan pangan dunia. Kambing hitam duduk manis bareng kambing congèk. Agenda rutin persekongkolan, komplotan mengatasi daerah rawan pangan.

Pertimbangan wawasan kebangsaan mengarah penunjukkan langsung negara pemasok beras pangan. Skala prioritas daerah darurat pangan, tergantung otoritas politik. Pemerintah provinsi berhak kontak dagang langsung dengan negara yang masuk daftar.

Uang kutipan per kg beras, apa masih berlaku. Sesuai kesepakatan antar pihak.

Metode mendapatkan beras menentukan daya cerna lambung anak bangsa pribumi. Beras tak pakai simpan lama. Begitu selesai makan, perut masih terasa lapar. Nasi gampang lumer. Berat beras impor 1 (satu) liter <0,8kg. [HaéN]

Minggu, 08 Oktober 2023

galang-giling-gulung-géléng-golong sarat isyarat

galang-giling-gulung-géléng-golong sarat isyarat

Beberapa kata hanya beda penggunaan huruf hidup, huruf vokal. Bisa juga beda penempatan huruf hidup, huruf vokal. Misal gondal-gandul-gundul. Namun, seperti judul. Sinergi lima kata menjadi unsur pembentuk kalimat. Juga tidak. Kata yang muncul di judul. Tidak diulang di alinea narasi. Definisinya per kata atau gabungan, kombinasi yang muncul. Spesfikasi atau karakter judul. Langsung simak langsung paham.

Adalah kesatuan, persatuan, pemersatu, bersatu nusantara menyuratkan sekaligus menyiratkan pasal bebas tafsir. Saling sinergis atau menunjukkan potensi rawan-rentan-riskan agen ganda, bermuka dua. Dasamuka subversi nusantara mulai dari “0” (nol). Tahu-tahu ada dalam lingkaran utama penguasa. Bahkan menjadi penguasa rangkap jabatan.

Kasus kemarin belum tuntas kejadian. Berkembang menyatu dengan kasus sekarang. Kasus khusus “cetak hari ini” belum matang. Menumpuk di esok hari. Kesempatan terapkan kondisi darurat. Super skala prioritas, demi sekaligus atas nama pihak asing.

Multipartai tidak sama maupun tidak sebangun dengan masyarakat majemuk, pluralisme, hetoren. Akrab, ramah dan terbiasa hidup dengan pihak yang tak diinginkan kedatangannya. Derajat kemanusiaan tertentu, antara yang haq dengan yang batil. Beda tipis. Secara konstutusional, yuridis formal, HAM.

Segelintir manusia layak masuk kategori tirani minoritas. Daya rusak bangsa daya hancur negara bak ”nila setitik”. Pakai kedok, pasang topeng apapun. Hadapi kenyataan hidup bersama terapkan dalil serbatéga, supertéga, mégatéga, anékatéga.  Belanga nusantara sigap mewadahi aneka warna ideologi. Warna dasar, mambo, oplosan, polosan bebas warna sesuai lingkungan. Diaduk, diudak merata dengan kecepatan tertentu akan menjadi putih atau tampak warna putih. [HaéN]

Sabtu, 07 Oktober 2023

marah ke diri sendiri, prestasi dadakan vs pemulihan jiwa-raga

marah ke diri sendiri, prestasi dadakan vs pemulihan jiwa-raga 

Éfektivitas dalih atau dalil orang berfikir secara manusia, manusia bertindak selaku wong urip. Menguatkan rasa diri untuk mendapat peng-aku-an dari pihak lain. Terlebih dari lawan jenis. Maunya ditegur sapa duluan. Lebih daripada itu, eksistensi dirinya mendapat apresiasi, atensi dari pihak mana saja. Ironis bin kronis, jika ybs diundang doa bareng untuk keluarga duka. Biasanya usai isya’. Langsung pasang wajah sedih. Usai isya’ punya adat maem, ganjal perut. Agar malam lelap malam.

Narasi kemanusiaan ini dirasa tendensius. Aktual, faktual bukan rekaan. Terjadi dimana saja kapan saja. Terjadi pada status sosial papan bawah. Tapi gaya hidup bak sosialita. Memanipulasi diri agar tampak nilai tambah. Bukan nilai yang melekat sesuai kodrat, kapasitas diri. Tampil cerdas diri.

Potensi manusia malah mampu meramu konflik internal. Peran batin. Kata ahlinya, manusia pemain watak terbiasa hidup di lampu kuning peran batin. Kalau suasana sepi, aman, nyaman, tentram. Kebalikan dengan hati ini.

Pola gubah-rubah-ubah secara radikal bebas. Terapkan dalil serbatéga, supertéga, mégatéga, anékatéga. Contoh panutan lokal, tinggal pilah pilih. Model apa saja tersedia dimana-mana. [HaéN]

angkat martabat koruptor dengan gelar petugas partai terbaik

angkat martabat koruptor dengan gelar petugas partai terbaik 

Justru pelaku tunggal tipikor dari unsur partai politik. Orang pilihan. Sehingga sabetannya terasa. Bukan manusia kebanyakan yang masih mikir-mikir risiko ekonomi, dampak moral, efek sosial. Bagaimana keluarga penanggung beban malu tak berkesudahan. Itu asumsi awam. Sinergi negara berdasarkan hukum dengan wujudan negara berkesejahteraan.

Main politik jangan setengah-setengah. Jangan tanggung dan canggung. Terapkan dalil serbatéga, supertéga, mégatéga, anékatéga. Utamakan kebijakan oknum ketua umum partai. Ikuti atas petunjuk djamin aman. Namun kiranya, jika membahayakan keamanan partai, khususnya nama baik sang juragan, pakai paket senyap, lenyap. Bukan dihilangkan dari peredaran. Angka keamanan optimal. Awal periode rawan, rentan, riskan, siapa dikorbankan lebih awal.

Skenario politik di atas prioritas urusan bernusantara. Keputusan politik langsung konstitusional dan berkekuatan hukum tetap. Bebas tanggung gugat, tanggung renteng apalagi tanggung jawab politik kenusantaraan.

Demokrasi multipartai sigap melibas pihak mana saja. Kepentingan negara bisa dikorbankan demi atas nama kepentingan internasional penanam modal. Bangkrutlah nusantaraku. [HaéN]

Selasa, 03 Oktober 2023

demokrasi nusantara, waspadai arus balik lima tahunan

demokrasi nusantara, waspadai arus balik lima tahunan 

Megaproyek superstrategis pesta demokrasi, menjadi tolok ukur manfaat terukur sistem politik multipartai. Geopolitik nusantara sebagai ilmu maupun ideologi, semakin mengkonstitusionalkan bagi-bagi kursi sekaligus pecah-belah bangsa. Satu-satunya peradaban demi dan atas nama kesejahteraan negara.

Pembangunan nasional tidak hanya berpusat dan fokus di pulau Jawa. Langsung berlokasi di pulau-pulau 3T. Pemusnahan kelompok masyarakat adat secara “adat politik nusantara”. Hemat biaya geser pakai metode politik adu domba, politik bumi hangus.

Terapkan hukum rimba belantara nusantara tak bertu(h)an. Hanya bangsa besar yang sanggup bertahan hidup terus berkelanjutan tanpa tekanan. Bebas beban moral politik.

Pagi-siang-soré  mitra kerja, malam saling libas dalam ikatan semu kebangsaan. [HaéN]

Senin, 02 Oktober 2023

negara merdeka, warga negara juga

negara merdeka, warga negara juga 

Susah mau memulai narasi. Tidak perlu pakai fakta, data, contoh bebas, simpulan sampel simpel. Padahal faktor geofrafis, geologis, demografi apalagi geopolitik menentukan dimensi makna merdeka.

Model regenerasi menjadi faktor potensial terbentuknya peradaban negara ybs. Bersaing ketat dengan degenerasi. Pola pengkuasaan, kepemilikan, berguna-guna maupun pemanfaatan negara – model berhala reformasi nusantara 3K (kuat, kuasa, kaya) – terus bergilir bak babi memakai kacamata kuda.

Eksistensi trias-politica sekedar pemantas demokrasi. Bisa kita rasakan di negeri seberang lautan. Negara pemilik tunggal dasar negara “gotong royong”. Bangga dengan predikat melongo mbokdé mukiyo, dudu mélu lungo.

Generasi “G” nusantara gemar modus dengan huruf depan “g”. [HaéN]

Sabtu, 30 September 2023

kenapa harus aku vs mengapa bukan saya

kenapa harus aku vs mengapa bukan saya 

Pemirsa lintas peradaban. Keluhan mendasari dua subjudul. Kondisi peruntungan, pernasiban tidak sama, beda tipis tergantung sikap pesimis, bahkan layak kontradiktif. Manfaat sampingan menjawab femonena ‘ini aku’, ‘aku ini siapa’, ‘aku tidak ada kecuali’. Sekaligus menjelaskan ‘teman’ adalah yang selalu menemani Anda dalam suka dan duka. Pemirsa paham pihak yang berwenang menetapkan ‘harus’ sekaligus memutuskan ‘bukan’.

Lalu bagaimana status dinamis kata ‘saya’. Seperti ada beda kasta dengan kata ‘aku’. Dua kondisi ‘sama tapi tak sebangun’ ini membuka peluang kompetisi berbuat kebajikan. Sesuai spesifikasi teknis masing-masing. Bukan saling mengungguli atau adu unggul. Tentu bukan seperti rombongan orang buta meraba seekor gadjah yang sama.

Loyalitas penganut sesuai kadar keyakinan, tataran keilmuan dan pengalaman hidup. Bak siang dan malam. Dua jiwa dalam satu wadah. Jiwa yang lembut, jiwa yang tenang. Korelasi dengan raga, tidak selalu bersemayam di tubuh gemulai. Bak pria tulang lunak. Pria berotot bukan jaminan nyalinya tegar.

Kejadian yang dihadapi manusia memang bukan pilihan. Jauh dari hukum sebab akibat. Sama-sama diuntungkan pada kompetisi internal, bukan solusi cerdas. Skala moderat dimungkinkan adanya rivalitas saling jaga-jegal-jugil. [HaéN]

Jumat, 29 September 2023

merempang kuasa adalah

merempang kuasa adalah 

bahwa metode pembebasan hutan dan lahan berbasis konflik agraria, dapat dipraktekkan di pulau-pulau 3T. metode dimaksud bermodus “terima abu” atau gaya lainnya. bersih lingkungan menjadi syarat teknis utama ajukan pendanaan asing tapi utang. tenggang waktu kontrak jual tanah-air  sesuai umur satu generasi anak bangsa;

bahwa untuk menghindari konflik, konfrontasi forntal, total antara pihak investor intervensi internasional dengan penduduk lokal. maka negara berhak mengandalkan angkatan bersenjata nusantara untuk melakukan gerakan aksi sapu bersih, aksi sikat bersih sehingga lokasi mégaproyek superstrategis menjadi kawasan siap bangun dan atau lingkungan siap bangun;

bahwa segala bentuk penyesuaian substansi kontrak menjadi wewenang mutlak pihak investor asing. pemerintah maupun pemeritah setempat wajib melakukan penyesuain diri tanpa ada biaya penyesuaian atau tambah biaya. jika dikemudian waktu terdapat lebeihan biaya. wajib kembali utuh ke pihak investor tanpa potongan biaya admintrasi.

bahwa . . .  (pemirsa kelebihan paham). [HaéN]

politik lebih buas ketimbang politik itu sendiri

politik lebih buas ketimbang politik itu sendiri 

Padahal ybs merasa tidak begitu. Terbentuk di partai politik nasionallitas berkenusantaraan bebas haluan ideologi. Dominasi rumusan supertéga, mégatéga, serbatéga, anékatégaunutk menjalankan roda parpol sampai tingkat bawah. Fungsi wong-cilik selaku acuan raih kursi wakil rakyat, tanpa pandang bulu. Ajaran oknum ketua umum parpol menjadi agama bumi. Wangun ora wangun, tancap gas, sigap libas.

Simbol parpol menjadi acuan utama oknum sekjen modal corong, congor, ngocor bebas tanpa hambatan. Sesama kawan partai bebas bersaing meraih kursi yang sama. Modus kader kutu loncat vs penyusup di depan mata, bukan pasal tabu, pamali, nista, aib. Mau maju harus sanggup, lihat “téga”.

Syarat mendapat KTA, punya nilai jual eceran ahli mengendengus, mendengung, mendenging tanpa tatap muka. Tidak mau tahu siapa sasaran dan target. Korban tak sengaja atau salah korban, bisa-bisa bisa anggota keluarga ybs. Tidak masalah dengan terjadinya keluarga nasakom subversi reformasi vs persekutuan kerabat pegiat partai.

Hantam karma sampai lawan terkapar di tengah panggung. [HaéN]

Rabu, 27 September 2023

tak ada pakar, mantan napi pun jadi

tak ada pakar, mantan napi pun jadi 

Kejadian yang tak masuk akal sehat manusia sehat, secara konstitusional bisa terjadi dan terjadi lagi. Tentunya setelah proses penyesuaian dengan gejolak zaman dan tuntutan peradaban. Nilai jual pelaku tunggal tipikor, pasca tebus dosa, langsung melejit. Posisi aktor intelektual, aman-aman saja. Aksi lenyap terdakwa tipikor atau kasus politik tingkat nusantara, bukan hal baru dan tabu di rimba belantara hukum tak bertu(h)an. Reformasi birokrasi terasa nyata lewat pangkas bawah birokrasi sipil. Beririsan dengan pola bagi-bagi kursi jabatan jenderal di birokrasi militer. Alat negara praktis dan taktis menjadi alat penguasa.

Format multipartai sederhana membuka peluang kepada pihak manapun, untuk unjuk jati diri. Spesifikasi bakalan kader parpol abangan tidak mengutamakan moral kebangsaan. Baik kata media massa artinya ybs layak diterima secara umum. Tanpa catatan atau embel-embel. Sering jual tampang di media massa arus pendek. Tanda masih punya penggemar. Kian berklas jika masuk kategori kader kutu loncat vs penyusup di depan mata. Modus apapun halal secara konstitusional. Asas serbatéga, mégatéga, anékatéga menjadi landasan moral partai, agar tetap eksis di setiap pesta demokrasi.

Politik kenusantaraan bukan nyaris, bahkan sudah bulat dalam hati dianggap agama bumi. Loyal total ke pemunya partai, tanpa mikir sing ora-ora. Modél modal téga-tégaan selaku budak politik, boneka politik, bangsa kuli, mental inlander. Episode kaé pejah gesang gawé nelongso bebrayat. Piyè yèn isih urip. Medèni simbah. Urip sepisan, tancap gas. Anti salib sigap saling libas. Aji mumpung vs mumpung aji. Sadar diri kalau hanya dijadikan tumbal politik. Jelang babak akhir kaping pitu. Cari pegangan hidup agar tak terhanyut arus deras revolusi kerakyatan. [HaéN]

Selasa, 26 September 2023

keluarga nasakom subversi reformasi vs persekutuan kerabat pegiat partai

keluarga nasakom subversi reformasi vs persekutuan kerabat pegiat partai 

Tak jauh-jauh dari “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!”. Kemajemukan, pluralisme bangsa nusantara bahwa dalam satu keluarga terdapat aneka warna partai. Serba multi, saling silang menjadi ciri wanci pergerakan politik local rasa global. Kandungan komponen lokal menjadikan kendaraan politik, alat politik hanya mampu melaju di medan datar, rata.

Syarat mendirikan partai politik, asal ada bandar plus tokoh pajangan. Wajah lama dianyarkan atau kader kutu loncat vs penyusup di depan mata. Modus apapun halal secara konstitusional. Asas serbatéga, mégatéga, anékatéga menjadai landasan moral partai, agar tetap eksis di setiap pesta demokrasi.

Konversi internasional, berat 1 (satu) liter beras = 0,8 kg. Dasar penetapan harga jual beras eceran per liter. Jika  berat 1 (satu) liter beras = 0,8 - 1 kg. Tentu lebih mahal jika berat 1 (satu) liter beras <0,8 kg. Kata siapa. Beras bernas, masif bikin kenyang perut. Beras kopong, daya tahan di perut sesuai harga.

Beda pasal dengan keluarga sayur, buah-buahan maupun buah betulan. Asal-usul, silsilah, sertifikat ras menentukan harga jual saat itu.

Kaya di negara miskin vs miskin di negeri multipartai. Fenomena menakjubkan, perlu survei untuk cari prosesi ketokohan sosok politikus segala zaman. Pola kaderisasi, rekrutmen sesuai kalkulasi ekonomi wani piro, setor piro, éntuk opo. Ternak politik berbasis bangsa keledai lokal bersubsidi vs méntal témpé kedelai impor. [HaéN]

Senin, 25 September 2023

jas merah vs boleh meninggalkan bukti janji kampanye

jas merah vs boleh meninggalkan bukti janji kampanye 

Pidato presiden pertama RI,  “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!”.  Disingkat menjadi jas merah. Pidato kenegaraan tiap 17 Agustus yang disampaikan pada 17 Agustus 1966. Merupakan pidato terakhir presiden Soekarno. Super semar 1966. 1967, Bung Karno bukan lagi presiden.

Entah kapan mulainya, entah siapa yang mempelopori. Daya ingat penguasa nusantara menyebut akronim ‘jas merah’ adalah jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin makna ‘melupakan’ lebih luas ketimbang ‘meninggalkan’.

Format narasi janji kampanye jelang pilkada serentak, pemilu legisllatif apalagi pilpres. Gambaran nyata kadar ideology parpol ybs. Identitas parpol kenusantaraan, sama-sama berbasis atas nama kebijakan dan kepentingan ketua umum serta demi kesejahteraan ketua umum. Maka oleh karena itu.

Nomenklatur ‘rakyat’ hanya pelengkap penderita narasi kebangsaan. Bahkan menjadi bahan baku bakalan wakil rakyat agar tampak keberpihakannya. [HaéN]