Halaman

Jumat, 27 Mei 2022

paling depan di belakang punggung penguasa

 paling depan di belakang punggung penguasa

 Tergantung bunyi dan tafsir pasal bebas. Padahal, lihat acuan yang menentukan. Namanya politik,  hitam bisa menjadi putih dan sebaliknya. Barang busuk dikemas ulang dalam format bikin mabuk pihak yang suka main duduk. Main seruduk. Tindak tanduk sesuka kata.

Bukan tirani minoritas dan atau mayoritas tunggal. Pancaroba politik menampilkan satria dadakan. Tidak akan pernah terpuaskan diri walau sudah berkalang tanah. [HaéN]

mantra politik nusantara sarat surut sorot sérét seret

mantra politik nusantara sarat surut sorot sérét seret

Kuman di seberang lautan tampak nyata masih pakai alat bantu teropong. Menghadapi lawan nyata, kasat mata agar lebih percaya diri. Hindari pasal nabok nyilih tangan liyan. Beda dengan lempar ujaran iri dengki, pasang muka garang. Atau pasang konde di jidat, biar sentimen negatif tidak diplintir, diplesetkan.

Lafal bersifat dwi makna. Berharap yang baik-baik, enak-enak, nyaman positif jatuh ke dirinya. Pasal sebaliknya agar ditimpakan ke pihak lawan politik. Tidak ada yang gratisan. Negara jadi tumbal, agunan. 

Efek psikologis semu, merasa ada dukungan spiritual. Kian terukur ada restu multipihak. Kalkulasi politik beririsan dengan argo tagihan. Bunga berbunga. Kaidah multiefek. [HaéN]

berkat musuh nyata tidak kasat mata

berkat musuh nyata tidak kasat mata

Mulai dari makian ringan  di mulut:”persétan!”. Bisa-bisa bisa sampai melonjak drastis ke taraf umpatan:  ”dasar anak sétan . . .  “. Terkait protokol kejiwaan, dikenal istilah kerasukan, kemasukan, kesambet. Merasa  pandai dengan mudah mempersétan pihak lain. Kemajuan adab bermanusia, jangan lupa pil sétan. Klasifikasi sétan jalanan jelas beda dengan atraksi maut tong sétan. 

Berbahasa memelintir ujaran diri agar tampak berpikir. Gaya bahasa pelesétan. Agaknya, ahli guna  kata dasar “sétan”. Masih kalah dengan pihak yang mahir memvisualkan sosok sétan. 

Dengan beredar bebasnya sétan. Manusia menjadi berhati-hati. Pikir, tindak dan ucap terpelihara. Menatap ujung hidung sendiri saat bersama jidat merapat ke bumi. Soal pasal ngilo githoké déwé. [HaéN]

kamprét jokowi vs jakarta e-prix arab

kamprét jokowi vs jakarta e-prix arab

 Kisah lama, tersurat Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 64  tahun 2013 tentang Bantuan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh Melalui Penataan Kampung.

Ditetapkan di Jakarta  pada tanggal 4 Juli 2013  oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ttd Joko Widodo.

Pada tahun 2014, lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Angka tersebut akan meningkat terus dan berdasarkan proyeksi dari BPS (2013), diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang akan tinggal di perkotaan menjadi sekitar 60% pada akhir tahun 2020. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk, jumlah kota-kota sedang yang berjumlah jauh lebih banyak akan cenderung berkurang, dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal di kota-kota metropolitan dan kota besar.

Permukiman Kumuh adalah permukiman yang lidak layak huni yang disebabkan anlara lain karena ketidakteraturan bangunan. Tingkat  kepadalan bangunan yang tinggi dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Rumah Dérét adalah beberapa rumah yang satu atau lebih dari sisi bangunan menyatu dengan sisi satu atau lebih bangunan lain atau rumah lain, tetapi masing-masing mempunyai kaveling sendiri.

Rumah Dérét dibangun dalam satu memanjang blok dan saling berhadapan, dengan jalan lingkungan (jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat dan kecepatan rata-rata rendah) serta jaringan lainnya sebagai batas fisik, menjadi Kampung Dérét, atau Kampung Dérét Vertikal.

. . . . . . .

Konrak politik Anies Rasyid Baswedan selaku Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,  akan berakhir 16 Oktober 2022. [HaéN]

Kamis, 26 Mei 2022

lawan politik vs kawan partai

 lawan politik vs kawan partai

 Pengguna aktif kebijakan internal parpol. Menelan mentah-mentah tanpa dicerna. Apalagi mikir. Kian nikmat bila dianggap agama bumi. Sosok okum ketua umum plus trah darah politik, melebihi dewa maupun dewi. Mendapat jatah busana kebesaran partai plus atribut partai, sigap 24 jam. Berani berdiri tegak paling depan di belakang penguasa. [HaéN]

lancang mulut, mengandung plus mengundang maut

 lancang mulut, mengandung plus mengundang maut

Lepas dari mulut buaya, langsung pindah masuk ke moncong buaya lainnnya. Peribahasa tersebut sarat nilai pendidikan yang mengajarkan bahwa jalan manusia mengandung jebakan mematikan. Indonesia digadang akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Wujud bangkitnya generasi emas Indonesia 2045.

Mulut orang si mulut lumut, lincir tanpa minjyak, menyembunyikan dan atau membunyikan berita  zalim. Orang bijak berketurunan nusantara, pandai simpan dan hemat kata. Hati orang bebal menyuarakan kebodohan diri, kedunguan bawaan.

Orang yang pengalaman bahwa dia kuat, kaya, kuasa percaya kepada setiap ujaran diri, tetapi orang yang bijak, santun, tepo sliro memperhatikan setiap jejak langkahnya. [HaéN]

lebih tidak berlebihan, rakus nyamuk vs serakah buaya

lebih tidak berlebihan, rakus nyamuk vs serakah buaya

Beda dengan dunia manusia. Rumus ekonomi terkait pendapatan, untuk urusan perut. Pakai pola pas : cukup : kurang. Bergeser ke bawah, urusan bawah perut, berlaku hukum ekonomi 7 (tujuh) turunan.

Selaku negara sedang, senantiasa, lagi, masih, selalu berkembang. Sudah tahu dinasti politik, trah agawé bubrah. Kekuasaan yuridis konstitusional bisa diwariskan, diwasiatkan. [HaéN]