Halaman

Selasa, 23 November 2021

3x24 jam tawala, humanis vs demokratis

 3x24 jam tawala, humanis vs demokratis

  Adab bertetangga, tidak hanya ditujukan, diperuntukkan bagi penghuni, anggota keluarga KK (kartu keluarga) di skala RT. Lebih ketat lagi, 1x24 jam. Adab bermasyarakat punya susunan redaksi, narasi dan kandungan substansi turunan dari tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa  dan bernegara.

 Bukan contoh walau kejadian nyata. Tetangga beda blok, punya usaha kecil menepi. Sejalan aksi di rumah saja. Singkat kata, tuan rumah punya kerja. Tepatnya tangan kanan, serba suruhan. Sigap di teras. Modal gawai. Bukan masalah menjadi anti-sosial. Pakai gaya gaul aseli etnisnya. Tidak perlu dijelaskan.

 Pertama. Saat ybs sibuk bergawai, bersandar ke pagar teras. Lokasi rumah dekat rumah tusuk sate.  Strategis. Memang ada cagak nama jalan dan blok. Wajar menjadi tempat tanya, si pencari alamat. Tukang paket maupun gojek menjadi juru antar. Karena yang ditanya buta alamat, modal hafalan. “To sana . . . “ Monyong menjawab plus menunjuk ke arah dimaksud. Tangan tidak bisa lepas dari gawai.

 Kedua. Bakda maghrib gelar forum di tepi jalan depan rumah. Pelanggan ibu rumga atau kaum hawa senasib, datang silih berganti. Tuan rumah sibuk dan gengsi jawab si penanya alamat. Apa guna ada “jubir” si cempreng. Tanpa merubah posisi duduk, bahasa tubuh yang jawab plus jelaskan arah. [HaéN]

Senin, 22 November 2021

memang begitu, tetapi tidak sebegitunya kawan

memang begitu, tetapi tidak sebegitunya kawan

  Bahasa tubuh menunjukkan kata hati. Kehati-hatian manusia saat menyikapi kondisi eksternal yang ekstrem. Bebas berujar tanpa proses hati sesuai adab diri. Bagaimana diri manusia tergantung ybs. Jangan dibaca sesuai aroma irama bau badan.

 Laku viralda-viraldi bisa direkayasa mendongkrak pamor.

 Konfiguarsi fisik, figur, profil, postur, sosok, tampang; tongkrongan memang menentukan skala pilihan. Walau tidak dirinci secara rinci. Lekuk, lika-liku, liak-liuk posisi tegaknya, menjadi incaran utama. Tinggi harmonis menjadi pusat perhatian. Secara anatomis, cari wujud fisik total yang simpel, sederhana tapi tidak kerempèng. Bikin mata melèk.

 Korupsi hati nurani, kata hati dengan jitu membelakangi kebenaran. Pihak lain berkaca pada masa lalu yang sarat berita unggul. Gamang diri dengan masa depan yang bukan miliknya. [HaéN]

cacat catatan politik salipan

 cacat catatan politik salipan

Bukan partai politik, bukan ideologi, cuma sekedar dolanan bocah. Bisa dan biasa dimainkan oleh orang tua gemar negara-negaraan. Katanya demi negara. Terpaksa menjadi pencinta berhala reformasi 3K (kuasa, kuat, kaya). Badan usaha politik milik keluarga. Praktis dan ekonomis. Mulut tertentu yang masih perlu disuap.

 Jalur pacu demokrasi sejauh 5 (lima) tahun. Periode penguasa ‘nasakom’ Orde Lama; penguasa tunggal asas tunggal daripada dasar negara Orde Baru; lanjut 2 (dua) periode RI-1 keenam maupun RI-1 ketujuh. Aneka bencana politik berlomba di haribaan ibu Pertiwi.

 Tidak ada yang mau kalah. Tidak ada yang merasa bersalah. Semua merasa bersih diri tanpa noda politik. Bersih lingkungan. [HaéN]

tukang jaga(l) rakyat, fisik vs ideologis

tukang jaga(l) rakyat, fisik vs ideologis

 Tidak ada pasal maupun sinyalemen dari para ahlinya benar dan betul judul. Catatan lama, lawas pernusantaraan di perpustakaan, museum Belanda. Watak menjajah oleh bangsa sendiri atas bangsa sendiri di tanah air sendiri sudah terbentuk jelang kemerdekaan.

 Ternyata judul bak puncak gunung es terhampar di dekat-dekat kutub. Bukan fatamorgana, bukan ilusi nikmat dunia. Tiap RI-1 dan RI-2 punya fakta tersendiri. Alat kelengkapan negara, alat perlindungan negara maupun oknum penyelenggara negara. Masih hangat judul “pangkas bawah birokrasi sipil vs obral kopral”. Date modified 10/23/2021 3:59 PM.

 Pembeda dengan modus operasi zaman rezim militer-politik Orde Baru. Sekarang alat negara di-backup birokrat. Dalih, dalil panggilan tugas adalah hitung mundur sistem karier, sejahtera, aman keluarga dan efek tak terduga. Melesetnya, ditampung di birokrasi sipil. Efektivitas revolusi mental membuat pihak pemegang Pedang Keadilan, dengan mata tertutup saja mampu melibas siapa saja yang anti kemapanan. 

Politisi sipil sekaliber petugas partai. Bukti hidup. [HaéN]

matoa Papua, subur berkat humus daun sendiri

 matoa Papua, subur berkat humus daun sendiri

Beda pasal dengan fakta di tanah Jawa merdeka. “Pagar makan tanaman” masih pidana ringan. Malah bukan pidana, karena panggilan tugas 24 jam. Modifikasi motivasi menjadi “tukang jaga(l) rakyat”.

 Pihak akal politik sehat, ketika lihat pohon matoa di samping kanan rumah. “Tidak ditebang Pak . .” Kawanan konspirasi ahli libas, babat habis. Sampai ke cindil abang. Doeloe, macam kawanan sejenis malah dengan lugas patok biaya politik tebang habis, delapan juta Rp! Buang semua kayu, sampah ikutan hingga bongkar akar sampai ke akar-akarnya.

 Sistem ekonomi harian, gali lubang tutup lubang. Sudah lama kupraktekkan tanpa tekanan. Modal linggis, cangkul kecil panjang, ember. Lubang sampah yang masih aktif, sistem padat injak atau tumbuk, sudah saatnya ganti kursi. Cara lain, ember diisi sampah organis, di atasnya ditaruh pot selaku pemadat. Agar sampah cepat lapuk, busuk. Sirami pot sampai jenuh. Air menetes ketampung ember sampah. Kolaborasi.

 Kembali ke niat awal. Daun matoa mendominasi isi jogangan, lubang tanah tempat sampah organis. Metode gali tanah, tetap pakai cara tardisional. Perhitungan waktu cukup rumit. Tampak akar serabut di permukaan tanah. Pratanda lokasi ideal penggalian. Sampah sudah hancur jadi tanah. Peras habis oleh pohon matoa melebihi atap rumah. Penyejuk udara luar. [HaéN]

data pribadi vs unjuk diri

 data pribadi vs unjuk diri

  Lenggak-lenggok peragawan, peragawati di panggung atau cat walk. Mode rancang busana sekaligus postur tubuh jadi obyek seni. Unjuk raga plus unjuk rasa federasi buruh, serikat pekerja, kawanan petugas partai di jalanan. Obyek politik praktis. Norma masyarakat apalagi kaidah agama, cukup toleran atau tutup mata. Umbar bebas syahwat politik pun bisa menentukan “nasib” negara.

  Watak sombong manusia, kalau tidak dihargai jasanya. Merasa cerdas diri umbar ujaran pengalaman di media massa. Apa gunanya dibayar oleh uang negara. Lupa dengan cacat politik yang ditutup resmi oleh negara. Demi martabat pantat.

 Makanya ada pokok bahasan. Bagaimana gaya tampilan orang kaya tujuh turunan vs lagak bahasa tubuh tuan tanah seluas empang pemancingan. Di panggung politik, mana berderajat “ilmu padi” dengan mana pihak pengguna aktif “ilmu kondom”.[HaéN]

Minggu, 21 November 2021

program anti-teror padat teror

program anti-teror padat teror

Pokoknya, urusan duniawi terkait martabat perut menjadi fokus perhatian pemerintah. Kebijakan penetapan ketersediaan bumbu dapur keluarga, rutinitas pemenuhan isi perut sampai urusan harian bawah perut. Septic tank komunal memudahkan pasukan sedot tinja pemda. Penanam modal multipihak tertarik. Ini baru secuwil kecil hidup bermasyarakat.

 Urusan terbesar bergelar bernegara. Pasukan anti-tinja sigap 24 jam. Daerah operasional khusus kota atau ada jalan tol. Terima liputan langsung dari media arus apa saja. Dalih, dalil panggilan tugas adalah hitung mundur sistem karier, sejahtera, keluarga aman. Melesetnya, ditampung di birokrasi sipil. 

Mengakar ke atas, ke penguasa tunggal. Sekaligus berpijak dengan menginjak hak sipil, hak rakyat untuk merdeka. Maksudnya, adakah praktek kedaulatan rakyat. Melalui modus perwakilan partai politik. Jadi, bagian paling kotor dari celana kerja yang kita pakai. Si pemakai. [HaéN]