Halaman

Senin, 03 Oktober 2022

buaya vs buaya, tanpa gas air mata buaya

buaya vs buaya, tanpa gas air mata buaya 

Periwayatan suatu kejadian peristiwa, perkara, kasus pada satu satuan waktu tertentu, sesuai  pesanan. Bukan sekedar kabar baik vs kabar buruk. Rekaman gambar amatir tetapi bukan amatiran.  Diedit sesuai skenario.

Penampilan sosok, tokoh bak pancasilais kesiangan. Dikemas format ragam kenegaraaan berlatar belakang apa yang tercatat oleh sejarah kemanusiaan. Dicetak edisi lux.

Akhirnya, bangsa  bisa lupa.  Atau sekarang terjebak alur cerita. Satu barang aneka harga. [HaéN]

gajah di pelupuk mata tidak tampak, makanya tipikor jalan terus

gajah di pelupuk mata tidak tampak, makanya tipikor jalan terus 

Sang gajah merasa nama besarnya. Padahal demi pemeratan, sebut saja ada peribahasa “adat gajah terdorong”. Artinya: orang yang berkuasa biasanya menyalahgunakan kekuasaannya.

Jangan lupa wawasan kebangsaan  bahwa nusantara pernah punya waskat utawa pengawasan melekat. Babakan reformasi menggulirkan  good governance.  Latah merembet  ke good-good yang lain.  Gebrakan reformasi melandai santai berkat revolusi mental. Kalau tidak mentala, bertéga  diri tidak akan dapat jabatan.

Seperangkat dan alat kelengkapan hak wewenang, menyertai plus mengikuti, mengikat, melekat  pada jabatan formal kenegaraan. Kebijakan, tindakan maupun dampak  tak  terduga akibat jabatan, bebas  sanksi hukum. [HaéN]

Minggu, 02 Oktober 2022

anjing menggonggong, kafilah di seberang lautan

anjing menggonggong, kafilah di seberang lautan 

Maksud dan niatan baik yang memberatkan timbangan hukum positif. Bahwa anak manusia yang dimaksud, bersedia membangun komunikasi searah. Merasa dekat, erat, lekat dengan rakyat. Soal  pasal jauh di mata, kian berjarak jauh dengan hati, karena panggilan tugas. Duduk manis di belakang meja. Tunggu saat yang tepat.

“Pilihlah aku . . . !” lantang lengkingnya. Sambil melambai-lambaikan baliho. Pontang-panting bak kesurupan. Umur belum senja. Merasa kenyang asam garam politik.

Sadar diri ada hardikan keras. Bau gas air mata menyengat nafas. [HaéN]

gila bola vs kursi gila

gila bola vs kursi gila 

Liga gila bola nusantara tidak bisa ditebak pihak mana saja yang akan disepak, yang bakal dijegal. Maupun disundul agar mumbul pamornya. Wajah sudah dipajang di umbul-umbul. Cilaka berbelas-belas selaku dua kali berurut-turut  juara umum. Belum ada gejala positif pihak lain mau sowan. Ngajak duet.  Posisi lowong hanya di bangku cadangan.

Bakalan yang dimaksud, terkenal atau dikenal di kandang sendiri. Kaki kiri melangkah lihat dunia lain. Rekam jejak tak berbekas. Tidak menapak bumi. Kalah nyata, kalah kelas.  

Tunggu peluit panjang. [HaéN]

Sabtu, 01 Oktober 2022

pangkas rambut kelas rakyat

pangkas rambut kelas rakyat 

Era multipartai masih bisa kita saksikan profesi tukang cukur rambut keliling. Tidak tahu pasti, ada  yang sudah modal alat cukur listrlk. Populasi masih kalah dengan penjahit keliling bersepeda.

Rakyat zaman Orde Lama sudah akrab  dengan tukang  cukur “DPR” (di bawah pohon rindang), di trotoar. Tak terkecuali  di DKI. Deretan “DPR” sebelum pedagang kaki lima eksis.

Anjuran protokol kebugaran agar pangkas rambut cukup di satu tangan. Jangan gonta-ganti. Sudah hafal kepala kita. Itu yang kulakukan. Pelanggan sudah akrab  dengan abang tukang cukur. Tarif non-AC.

Kendati tahu si pemangkas datang bakda azhar. Mandi sinar matahari ideal pkl 10  s.d 14. Butuh waktu jalan cepat 28 menit ke lokasi. Bakda  dzuhur. Ada kolega si pemangkas sibuk selesaikan bekal maksi.  Si pemangkas tidur siang, malam selaku tukang pijat. Sedikit arahan terjadilah alih tugas.

Belum selesai  acara  utama, nongol pemuda tanpa baju. Punggung bekas kerokan. Langsung tanya status si pemangkas. Jawaban sudah bisa diduga pemirsa. Waktu pangkas lebih cepat ketimbang  jalan kaki. Ukuran 4 cukur rata, tidak dikerik. Plus bonus dipijat. Pasca  bayar, segera si pemuda penyakitan tadi, duduk. [HaéN]

cinta tanah air, tukang gali kubur vs petani ikan air tawar

cinta tanah air, tukang gali kubur vs petani ikan air tawar 

Selaku negara agraris, lepas dari populasi petani, lahan pertanian dan kemandirian, kedaulatan, ketahanan pangan  nusantara. Faktor pertimbangan, mulai dari  yang konstitusional sampai titipan atau  sesuai skenario menentukan kebijakan perberasan.

Konsekuensi logis statis, pembangunan infrastruktur berdampak langsung pada tata guna lahan pertanian pangan. Pekerjaan tanah masih beririsan dengan program padat karya. Upah tenaga kerja ada UU-nya.

Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi.  Lauk pauk sumber protein antara lain: ikan, telur, unggas, daging, susu dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (tahu dan tempe).   (permenkes 41/2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang) [HaéN]

dasar negara subversi kontrak politik

dasar negara subversi kontrak politik 

Turbulénsi, pusaran kepolitikan dunia, misal adanya pemerintahan baru. Ternyata  berpengaruh nyata pada  eksistensi mulltipartai di nusantara. Kondisi  bergulir, bakalan  capres tertahan aman di level  itu-itu saja.

Maknawi kedaulatan rakyat lebih diartikan bak statistik.  Permainan angka,  jajak  pendapat hingga muncul kategori mayoritas. Kriteria kekuatan dalil tidak sinkron dengan frasa “dasar negara”.     

Perjalanan sejarah bangsa di manapun. Manusia bebal politik menjadi beban ganda, tekanan berlapis protokol kemanusiaan. Jalan keluar mujarab binti mustajab cukup rakyat tetap diam tutup mata sambil usap dada. [HaéN]