Halaman

Kamis, 22 Desember 2022

objékan kendaraan politik 2024, entèk-entèkan vs éntuk-éntukan

objékan kendaraan politik 2024, entèk-entèkan vs éntuk-éntukan 

NKRI sebagai jagad raya cilik, terkadang sebagai ajang uji coba, sebagai tabung reaksi, ladang amal dunia politik atau palagan adu domba saling libas. Memangnya ada penyedia jasanya. Jabatan ketua umum sebuah  bentukan partai pollitik tidak identik layak jadi bakalan calon presiden.

Efék domino cerdas ideologi, muncul aroma irama drama politik yang menterjemahkan kedaulatan – kekuasaan menyelenggarakan negara – ada di tangan juara umum, pemenang pertama pesta demokrasi. Berhak mendapat jatah utama, porsi terbesar, bagian terbanyak.

Fenomena alam ajar dan didik nusantara kian hampa sosok panutan. Sistem demokrasi hanya membuat diri ini menjadi bukan milik pribadi. Gaya hidup sederhana yang menjadi karakter rakyat, tetap dianggap beban negara. Pola makan sehari sekali, sehari makan sehari “puasa”, tidak mengurangi semangat pemerintah untuk impor beras. [HaéN]

hari ibu kepada bunda tak teringat

hari ibu kepada bunda tak teringat 

Kaum hawa nusantara sibuk urus uber kursi tiban. Tenyata bertolak belakang dengan fakta. Saking banyaknya hari libur nasional. Peringatan Hari Ibu setiap 22 desember. Bukan kalah pamor dengan hari libur nasional ‘nataru’.

Figur ibu maupun figuran emak-emak di panggung politik. [HaéN]

investor politik global bangun ikn nusantara dudu nguntal gunung

investor politik global bangun ikn nusantara dudu nguntal gunung 

Togog Sorowito  tidak mau kalah modus ayunan cangkul pertama  maupun tanam kepala kerbau. Tebas mentah alas tanpa batas model terima abu. Personifikasi  model mulut lebar tanpa jahitan. Jembar ombo cangkemé. Menitis ke sosok berangasan, beringas nusantara. Tidak bisa disebutkan satu per satu. Terus berproses.

Terus libas lindas tuntas tanpa ampas pihak berseberangan sampai batas akhir periode 2019-2024.

Falsafah entèk-entèkan vs éntuk- éntukan. Tidak pakai gumunan kawan, tirani minoritas memang kenyang, sarat , padat “gizi politik” mulai asupan sampai suapan. Tanpa puas-puasnya. Mulut muat aneka ikan paus. [HaéN]

overadikal global anti-monotéisme merasuk akar lokal nusantara

overadikal global anti-monotéisme merasuk akar lokal nusantara 

Analog kisah pewayangan sesuai kebijakan etnisitas lokal nusantara. Betapa Batara Guru mampu nian beranak dengan manusia bumi. Setiap dewa utama, batara maupun batari wajib punya keturunan anak manusia bumi. 

Épisode Ramayana India meriwayatkan agar setiap dewa punya anak kera. Turun ke bumi membantu Hanoman bin Batara Guru

Perjuangan anak bangsa pribumi nusantara. Setiap pulau menghadirkan sosok Rahwana utawa Dasamuka. Tidak pandang gender. [HaéN]

Rabu, 21 Desember 2022

2 menit pos terbaru, judul ke-2 21des22 pemirsa langsung

2 menit pos terbaru, judul ke-2 21des22 pemirsa langsung  

Santai tuntaskaan judul kedua 21 Desember 2022 “unggul-unggulan, ilmu pencopét vs ilmu polisi”. Terinspirasi dari tulisan pertama, 4 jam sebelumnya. Tercetak date modified 12/21/2022 10:59 AM. Cuaca terang  bermatahari tapi hujan. Kian membuktikan bahwa hujan adalah rachmat-Nya dan berkah-Nya tak terduga.

Buka modem di personal laptop, lancar dan lancar. Fakta statistik, diposting oleh [HaéN] di 11.02. Masuk pos terbaru 11.04.00 AM. Status 11:08 AM, pemirsa di 11:00 unjuk angka 5.

Terkadang mulai ketik judul sekalian akses modem. Mana yang lebih cepat. Esensi sudah kebayang dan diuji coba lewat proses hati.  Butuh 0,5 – 1 jam untuk siap tayang. Protokol akses personal blogspot, suka-suka pemunya fasilitas. [HaéN]

unggul-unggulan, ilmu pencopét vs ilmu polisi

unggul-unggulan, ilmu pencopét vs ilmu polisi 

Sebutan ‘copét’ menurut kamus sudah baku dan statis. Masuk kategori penjahat kaliber kecil. Gelar alap-alap bagi pencopét kawakan.

Aksi kawanan pencopét di era reformasi menjadikan hukum selalu kalah langkah.

Proyek fisik skala nasional bisa saja malah mangkrak. Minimal molor dari rencana, efek bantuan dari lembaga keuangan dunia tapi utang.

Paket cepat saji, tersedia pada fungsi legislasi, prolegnas. Pasal siluman, pasal karet, pasal lelang,  pasal titipan, pasal dadakan menjadi hal lumrah, biasa, lazim. [HaéN]

digitalisasi tipikor nusantara, atas nama 'nama baik'

digitalisasi tipikor nusantara, atas nama 'nama baik' 

OTT-KPK tidak akan manjur–mujarab–mustajab jika antara si pemberi suap dengan penerima suap, tidak melakukan tatap  secara konvensional. Transaksi digital pun, tidak pakai perantara atau orang  kepercayaan, masih tidak bebas pelacakan. Mana yang lebih maju, ilmu maling atau ilmu polisi.

Cikal bakal koruptor bisa belajar dari modusinvestor lokal, pemodal dalam negeri maupun pengusaha agar tetap eksis antar periode kepala negara,  kepala daerah maupun wakil rayat. Kalkulasi politik manusia ekonomi berkorelasi aktif positif dengan politik biaya tinggi.

Pihakan yang mahir bermain dengan dunia lain. Bermitra dengan dunia sebelah. Melecehkan OTT-KPK. “Norak amat”, ujar cangkem lebarya. [HaéN]