Halaman

Minggu, 19 Februari 2023

undak-undakan nggampangké mundak nanging aja mundak

undak-undakan nggampangké mundak nanging aja mundak 

Mendak dina tumindaké si Dina sangsaya. Lakuné munduk-munduk ora serudak-seruduk. Panggul senjata dengan pundak. Bukan dengan pinggul. Kuli panggul andalkan pundak, bahu dan atau punggung. Kuat angkat angkut barang melebihi berat badan sendiri.

Anak bangsa pribumi nusantara terbukti mandiri, swadaya apalagi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Eksekusi wacana ciptakerja kebangsaan. Modus sinergitas utawa kolaborasi. Asas bagi-bagi untung tergantung perjanjian bebas ikatan.    

Adat melayu kalau tidak didukung, dipanggul dengan pundak tidak tampak jidatnya. Kurang menjulang nama baiknya [HaéN]

Sabtu, 18 Februari 2023

wiwit biyèn, kakèhan sajèn kurang kajèn

wiwit biyèn, kakèhan sajèn kurang kajèn 

Beda jauh dengan pasal dadakan demokrasi tirèn (mati kemarèn). Anak kemarin sore, tahu-tahu nangkring nongkrong di kursi wakil rakyat.

Motto kuat, tangkas, cerdas menjadikan atlet politik disulap secara instan. Umur teknis sesuai nilai jual. Dilambungkan untuk dipukul. Digadang-gadang asal sesuai skenario, konspirasi pihak ketiga. Sesuai agenda politik pasar bebas terbuka. Tahan lama asal mampu memuaskan multipihak, asal dapat menjaga martabat transnasional. Laga kandang dengan biaya, ongkos, tarif standar global.

Besutan lawas, “jati diri petugas partai, semakin dituduh semakin gaduh”, date modified 11/26/ 2018 5:23 AM. Semakin tinggi menanjak, badai semakin kuat menerpa. Sensitivitas semakin peka, bukan untuk melihat ke bawah. Semakin kuat menggenggam dunia, semakin merasa diri hina dan tanpa daya. Gaya apapun akan dilakukan demi wibawa diri.

Kian menjadi negara multipartai, menambah antrian secara konstitusional. Angka harapan hidup tetap tak menjamin. Kalau bisa sekarang mengapa harus menunggu periode yang akan datang. Tak ada istilah manusia politik di bawah umur. Bisa calistung. [HaéN]

murang tata malah muring-muring gawé murung

murang tata malah muring-muring gawé murung 

Misteri bahasa pada tataran tertentu mampu merangkaikan keterkaitan antar komponen kehidupan bernusantara. Proses terjadinya pembentukan sebuah kata, selaku simbol tutur dari penamaan non-benda.

Huruf Jawa (dibaca ha na ca ra ka, dst). Nama orang etnis Jawa  menyuratkan keseimbangan  huruf mati dengan huruf hidup  atau huruf yang melambangkan vokal (a, i, u, é, o).

Bahasa Inggris punya  contoh drink, drank, drunk. Disebut dalam kamus lema ‘ablaut‘.  Meninggal, mati menjadi kata makian: mampus, modar.

Ingat peras-resap-serap.  Ada lagi kawan, banding-sanding-tanding. Beda kombinasi huruf hidup, seperti contoh judul: murang, muring, murung. Status sosial menentukan penggunan tatanan bahasa  Jawa. Beririsan dengan bahasa masing-masing pihak. [HaéN]

1 menit tayang siang, langsung pos terbaru

1 menit tayang siang, langsung pos terbaru 

Siangnya. Date modified 2/18/2023 1:14 PM di personal laptop. Judul  jadah-jajah-jamah-jatah-jarah nusantara. Namun, di tangan personal blogspot.com. Diposting oleh [HaéN] di 13.21. Tidak ada kometar. Label: tidak ada saran yang cocok.

Fakta statistik, judul kedua sabtu 18 Feb 2023, menjadi pos terbaru 1 (satu) menit kemudian 13.22.00. Walau hanya 1 (satu) tampilan maupun pada waktu yang sama, betapa sigap pemirsa.

Kemungkinan yang paling mungkin, kesengajaan cantumkan diksi jadah-jajah-jamah-jatah-jarah. Terbukti berdaya pikat. Terasa selaku benang merah pada alur narasi. Misteri bahasa mampu merangkaikan keterkaitan antar komponen kehidupan bernusantara.

Èfèk ikutan yang layak prediksi. Kredibilitas kelayakan pemirsa aneka negara asal menjadi andalan. [HaéN]

jadah-jajah-jamah-jatah-jarah nusantara

jadah-jajah-jamah-jatah-jarah nusantara 

Makian haram jadah! Tidak populer di kawanan pemaki segala umur. Jadah, makanan ringan tapi berat di timbangan berat dan sarat kalori. Mengenyangkan dan awet di lambung. Pertimbangan halal – haram, makanya nusantara begini-begini saja.  

SDA (sumber daya alam) tetap menjadi incaran penjajah. Mensejahterakan negara adidaya maupun negara kaya lainnya. Monopoli hak kuasa-milik-guna-manfaat keduk plus keruk perut bumi. Tirani minoritas duwé gawé. Bumbu dapur pun sudah dijamah tangan asing.

Efek domino, dampak berantai, efek karambol dari jiwa patriot nasionalisme berpancasila plus pada jalur cepat revolusi permentalan. Tiap jengkal, tiap luasan tapak kaki wilayah nusantara tahu-tahu sudah beralih hak. Berganti nama. Balik nama.

modal dengkul minta imbalan, jatah kursi. Tersimpan mapan di laptop pribadi 2/25/2019 7:44 PM. Sialnya. Politik dan demokrasi berdasarkan hukum rimba belantara tak bertu(h)an. Ada yang menang dan ada yang kalah. Yang menang atau juara umum, dipastikan akan menyabet semua kursi.

Mengacu asas konsep diri (self) dan aktualiasi diri (self actualization) merupakan bukti keseimbangan jiwa raga manusia. Wajar jika akal mental kawanan loyalis penguasa. Pakai paribasan durung ditaréni wis ngarani. [HaéN]

tikus ndas ireng saling sikut sampai kisut

tikus ndas ireng saling sikut sampai kisut 

Pernasiban, peruntungan perjalanan hidup anak bangsa pribumi nusantara. Ada malam ada siang. Ada remaja pulang  pagi, ada  negarawan kesiangan. Pertikusan menjadi ciri wanci  watak kebangsaan.

Mirip laga olahraga skala regional ASEAN. Mempertahankan gelaran lebih sulit katimbang rebut kebut. Kompromi politik, hukum saja bisa dilangkahi. Bebas frontal tanpa tatap muka. Menambah nyali pihakan penyuka ramai-ramai rebutan kursi dengan modal kursi.

tikus berdasi mati berdiri di lumbung demokrasi. Bukan peribahasa bebas bersyarat tanpa ikatan moral politik. Kendati menyangkut ikhwal pasal praktik politik haluan bebas saling libas. Oknum ketua umum partai politik sampai kawanan loyalis ganda, berlapis masih tetap doyan kursi segala kapasitas.

Antara perpanjangan tangan, boneka, tenaga bayaran, wakil global maupun sebutan semaksud sama-sama lebur dalam satu wadah. Pemain lama dengan pemain tiban, dadakan mengantongi status dan hak yang sama.

Rumput, entah apa nama latinnya. Sudah masuk bahasan kebajikan: menanam padi, rumput ikut tumbuh. Yang masih serumpun saja bisa terjadi. Menanam rumput hias, selang waktu malah disalip rumput liar. Sikat-sikut, aman-aman saja. [HaéN]

Jumat, 17 Februari 2023

obral obrolan vs obrol obralan

obral obrolan vs obrol obralan 

Célotéh, cemooh, cacian, celaan, celatu, celetuk  .  .  .  . terciprat dari cangkem anak bangsa. Gaya bahasa  ceplas-ceplos. Ceprat-ceprot.    

Diuraiberaikan lebih lanjut bukan konsumsi anak usia lanjut.

Dimapatkan, dipadatkan, dimasifkan masih jauh dari atuh tempo.

Tunggu laporan jubir istana presiden. [HaéN]