Halaman

Jumat, 03 Februari 2023

gejolak lonjakan sentimen peremosian diri

gejolak lonjakan sentimen peremosian diri 

Tanpa sebab seseorang mendadak meradang. Asas praduga ybs sedang mengalami radang otak sekaligus radang lidah. Hanya membahayakan diri sendiri. Terawang medis, kendati kategori “sedang” namun karena pemegang berhala reformasi 3K (kaya, kuat, kuasa). Apapun bisa terjadi. Status kejiwaan ybs bisa bebas murni sanksi hukum maupun moral peradaban kebangsaan.

Lain perkara jika masuk sanksi hukum akhirat yang bisa ditimpakan di dunia. Perulangan bencana  yang menimpa umat, kaum sesuai intensitas kadar ingkar.  

Kondisi lingkungan strategis tampak biasa-biasa saja, seperti biasanya. Aman terkendali. Masih banyak waktu untuk berbuat apa saja. Pembiaran oleh pengusa langit.

Bumi bergoyang dibilang fenomena alam. Kejadian alami, wajar, lumprah, kaprah, lazim. [HaéN]

Kamis, 02 Februari 2023

katakan yang tidak kau ketahui

katakan yang tidak kau ketahui 

Ungkapan, filosofi maupun rumus berkehidupan. Pilih pilihan yang paling mudah dan hemat energi, sanksi ringan, resiko minim. Diminati semua golongan darah maupun tipologi perwatakan. Uraian pakai bahasa manusia. Menyesuaikan kapasitas daya cerna pencernaan kaum pemakan nasi. Hindari salah tafsir. Tidak ada kelompok sasaran yang disasar. Pasal HAM (hak asasi manusia) menjadi rujukan acuan. Di depan hukum semua setara dan setali tiga uang.

Esok hari masih ada sarapan. Kecuali status keduniaan anda berubah total. Meninggalkan nama baik maupun tradisi keilmuan. Bermodalkan amal yang tidak ada matinya. Iringan doa anak saleh.

Karakteristik generasi nusantara, silau masa lampau vs galau masa depan. Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap perjalanan hidup generasi masa depan sudah sedemikian sistematis, terukur dan dinamis.

Kendati kejahatan politik, intimidasi politik, penyakit politik, politik kriminal belum dibakukan. Akumulasinya menimbulkan bencana politik yang sambung menyambung menjadi satu. Atau sesuai kearifan lokal. Politik adalah cara konstitusional, legal, sah untuk menegakkan kejayaan masa silam. Masa depan gemilang bangsa serahkan kepada mekanisme dan kekuatan pasar global.

Mengacu istilah Jawa adalah weruh sakdurunge winarah. Filosofi politik penguasa pun mendominasi praktek demokrasi nusantara yang seyogyanya bisa demokratis.

Kejadian harian yang dialami manusia di muka bumi. Ada cuplikan masa depan yang ditayangkan liwat sarana mimpi malam. Kebanyakan melalui proses mimpi kosong melompong di siang bolong. Sambil bengong. Khususnya bagi besar harap ketimbang operasi senyap. Paralel antar episode, selain gerak linear. Melakukan beberapa kesibukan dalam batas penggal waktu yang sama. [HaéN]

taruhan nama baik, taruh wajahmu pada tempatnya

taruhan nama baik, taruh wajahmu pada tempatnya 

Budidaya akal, olah logika, rekayasa nalar maupun kadar naluri, komposisi insting berbasis produk hukum lewat proses legislasi,  mendadak cemerlang benderang.

Tanpa talenta anak bangsa pribumi, sebagai generasi tanggung. Kenapa memakai ungkapan ‘tanggung’. Tak perlu basa-basi, karena masuk kategori nasionalis, jelas  bukan; dibilang agamais, relijius, jelas tidak.

Apa hendak dikata, akhirnya manusia mampu merusak dirinya sendiri  secara  mandiri, maual, masif, massal. Memperbagus format luar agak tampak bergengsi, berklas, bermartabat, berwibawa sekaligus menambah nilai tukar diri, nilai jual diri. Saling bertumpah darah. Saling berbunuh karakter lewat penabur, penebar ujaran nista.

Banyak kemungkinan yang akan muncul di etape, tahapan, periode politik lima tahunan. Terlebih jika rakyat tidak menyatukan tekad. Rakyat sepertinya membiarkan dirinya terjebak dalam arus informasi pencitraan. Seolah sudah tidak ada pilihan. Semua pilihan hanya berakhir dengan rasa kecewa.

Keluar dari tempurung ideologi, anak bangsa Ibu Pertiwi menghirup udara segar. Kenyataan hidup menantang disekujur mata menatap. Belum terlambat. Peradaban bangsa bisa disusun mulai dari nol. Mulai dari langkah awal, rumusan di atas kertas. Seleksi alam akan membantu proses bijak di landasan.

Kesalahan bukan pada gaya mati gaya. [HaéN]

Rabu, 01 Februari 2023

tagih janji, malah ketagihan ngutang

tagih janji, malah ketagihan ngutang 

Berkat jasa sebuah kata, dalam hal ini adalah “tagih”. Maka dua pihak yang tidak ada hubungan  diplomatik. Apalagi ikat-kait-kiat sentimen wawasan kebangsaan. Ternyata nyatanya terjalin konektivitas  dua arah tanpa perwakilan, bebas perantara. Ahli maupun alih bahasa, pilih bungkam. Salah ucap, asal cuap, nasib diri dipertaruhkan. Muka, wajah, roman, paras, tampang, rupa ini mau di taruh dimana.

Kejadian generasi belum lahir ketagihan tagihan utang masa depan.

Jasa perlindungan politik bak arisan kursi pesta demokrasi yang dibuka didepan, tak pakai model kocokan tiap bulan. Semua pihak merasa berkepentingan menitipkan nama cucu yang belum lahir. [HaéN]

nusantara korban pemerasaan

nusantara korban pemerasaan  

Karuan, yang dirasakan sing ora-ora. Limbuk njaluk didapuk dadi ratu. Niru nasib kang petruk kok biso dadi ratu.

Cekak aos. Lelakon parpol salon vs  kader bunglon.

Babakan sejarah good governance. Birokrasii sipli dilambangkan binatang dinosarus. Efek domino pangkas bawah birokrasi sipil.

Wujudan dinosaurus identik sistem multipartai sederhana. Khususnya pada parpol penguasa.

Kirakan saja narasi. Jadi ayam petarung. [HaéN]

9 pemirsa tanggap jam pertama, hari pertama februari 2023

9 pemirsa tanggap jam pertama, hari pertama februari 2023  

Judul pertama  hari pertama rabu, 1 Februari  2023, “105an judul per bulan syarat unggul”. Tercetak date modified 2/1/2023 6:56 PM di personal laptop. Fakta statistik, diposting oleh [HaéN] di 06.57. Cuaca hujan. Sigap pemirsa terbukti  pos terbaru 07.32.00. 35 menit bukan penantian. Tampilan 07.00.00 tertera 9 tampilan. Sistem blogger, ikuti saja.

Arsip blog menunjukkan 2022 (1261).  Bukan pada rata-rata pemirsa per bulan 105an.

Fakta sejarah, tampilan 03.00.00 tertera 10 (sepuluh) tampilan, selasa 1/31/2023. Mendongkrak total tampilan mencapai 32 tampilan. Melebihi kuota  ideal  24.  Stagnan s.d  06.00.00 tertera 1  (satu) tampilan.

Pemirsa Indonesia masih mendominasi. Alhamdulillah. [HaéN]

105an judul per bulan syarat unggul

105an judul per bulan syarat unggul 

Logis androgogis selaku pengguna berperadaban personal blogspot. Menimbang negara pemirsa plus jam bicara, waktu buka seama 24 jam. Kontinuitas, konsekuénsi menjaga aroma irama produk kata hati. Tetap pada ketetapan hati, niat utama. Kemanfaatan bertimbal balik dengan strategi pemirsa untuk menjaring plus menyaring fakta nusantara.

Manipulasi kasus oleh awak media massa berbayar sudah menjadi ciri wanci. Betapa pernasiban bakalan kaping wolu sudah disurveikan secara rinci, ritual.

Banyak membaca, mendengar maupun proses renungan. Asal tema, kata kunci, gagasan judul  sudah terbayang. Cari waktu tepat untuk buka laptop.

Anomali malah ada firasat nyasar. Peluang. [HaéN]