Halaman

Sabtu, 02 April 2022

drama kolosal RUU, cepat saji vs mangkrak

 drama kolosal RUU, cepat saji vs mangkrak

 Sejalan dengan masuknya bangsa-bangsa Eropa ke wilayah Nusantara sejak di sekitar 1521, mulai Spanyol, Portugis, Inggris, Perancis kemudian disusul Belanda dengan VOC-nya di sekitar 1602. Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, secara resmi bernama Persatuan Perusahaan Hindia Timur (bahasa Belanda: Vereenigde Oost-Indische Compagnie VOC) didirikan pada 20 Maret 1602. VOC adalah persekutuan dagang, gabungan perusahaan dagang Belanda untuk perdagangan di Hindia Timur yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia.

Kongsi dagang ekonomi subversi kompeni.

Lema, kata ‘compagnie’ menjadi ‘kompak ni’. Kongsi dagang politik usaha keluarga, menjadi penjajah pribumi di negeri sendiri. Modus operandi tirani minoritas berlanjut antar pemerintahan .

“citra kerja cipta antri”. Adalah upaya pembauran produsen-distributor-konsumen. Tata niaga, mata rantai transmisi tata pangan nasonal dibuat seefektif seefisien mungkin. Peluang pelaku ekonomi, manusia ekonomi untuk mendominasi, mendikte kebijakan penguasa. [HaéN]

saking nglothok nganti klomoh

 saking nglothok nganti klomoh

 “ . . . , memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang  dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.”

Cuplikan sumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh oleh RI-1 dan  RI-2 di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat. Lengkapnya tersurat di UUD NRI 1945.

MPR RI selama 1999–2002 sukses melakukan perubahan UUD NRI 1945 sejak Perubahan Pertama hingga Perubahan Keempat.

Nasib dan status UU sesuai asas legislasi, cepat saji vs mangkrak. [HaéN]

hindari puasa Ramadhan merugi, tak tergantikan maupun dapat ditambal

 hindari puasa Ramadhan merugi, tak tergantikan maupun dapat ditambal

Keutamaan ibadah puasa wajib Ramadhan bagi umat Islam, karena bisnis amalan pahala dengan Allah SWT sesuai hadist “Puasa untuk-Ku”. Penjelasan ayat dispensasi sedemikian rinci. Tidak bagi yang berpuasa hanya mendapatkan lapar, haus atau dahaga saja. Tidak bisa diganti di bulan, hari lain. Juga tidak bisa ditambal dengan puasa sunnah. Beda dengan sholat fardhu 5 waktu.[HaéN]

Jumat, 01 April 2022

1 menit tayang, pemirsa tergelitik

 1 menit tayang, pemirsa tergelitik

 Diposting oleh [HaèN] di 20.36. Jumat, 01 April 2022. Pos terbaru “(m)bok mas mégatéga vs mbokdé mukiyo”. Langsung diakses pukul status ‘sekarang’ 20:37. Date modified di personal laptop 1/2/2022 8:31 PM.

Alhamdulillah. Mungkin ada “barang baru” berdaya tarik.

Bukti pemirsa butuh kata segar yang menyegarkan. [HaéN]

(m)bok mas mégatéga vs mbokdé mukiyo

 (m)bok mas mégatéga vs mbokdé mukiyo

 Kalimat yang menggunakan kata atau  frasa ‘sedang’; ‘dalam’; ‘seperti biasa’; ‘nanti/tunggu’ butuh kecerdasan dua arah. Selaku penulis dituntut cerdas diri pilah pilih kata sesuai karakter tema. Isitilah umum yang sudah baku maupun seolah hak milik rumpun, pohon, cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah asing tidak perlu alih bahasa. Sudah cocok dengan bentuk lidah tak bertulang manusia nusantara. Terlebih pemilik mulut pengucap merasa berklas.

Arah kedua, sebaliknya daya cerdas dari pemirsa.

Kemudahan membaca ekspresi wajah langganan media massa arus utama. Model artis tulang  lunak; politisi pemakan segala; relawan kapiran.

Penyaji aktif kata ‘mantan’ kian memperlihatkan. [HaéN]

rakyat pemaklum gampang hiba tahu (m)bok mas mégatéga

rakyat pemaklum gampang hiba tahu (m)bok mas mégatéga

Watak ambek siya, daksiya. Pemirsa seyogyanya ngunjal ambekan. Pilihan kata daerah, asal cuplik bisa keliru tafsir. Letak nilai seni olah kata, simak judul. Serap, resap selaku kalimat utuh. Soal serasa ada kata bak penumpang gelap. Agar semua tersurat sampai ke alamat. [HaéN]

uzur politik bebas sanksi hukum rimba nusantara

 uzur politik bebas sanksi hukum rimba nusantara

Anomali beras rebus, ayam ungkep, tempe+tahu bacem .  .  .  di tangan ahlinya, menambah daya  humor politik perdapuran. Wajah jauh dari dapur, karena merasa apa-apa bisa. Membuktikan diri siapa  aku bisanya apa.

Rakyat pemaklum gambang hiba dengan anak bangsa berkebutuhan khusus.

Semangkin ybs melambung, membubung tanpa jejak. Meninggalkan sisa petaka bangsa. Tidak ada yang merasa kehilangan. [HaéN]