Halaman

Senin, 02 November 2020

sempatkan diri bernafas dengan sengaja tanpa rencana

sempatkan diri bernafas dengan sengaja tanpa rencana

Ketersediaan oksigen di muka bumi sangat vital dan menentukan kehidupan demokratis. Hukum alam tetap berjalan tegak kendati tidak ada pelanggaran hukum oleh manusia. Kebutuhan oksigen tidak tergantikan oleh asupan vitamin, suplemen makanan secanggih karya manusia. Polusi udara naik status dengan kasus karhutla.

 Hak untuk hidup, tentunya termasuk mendapat pasokan oksigen gratis dari alam. Bukan dalam bentuk kemasan isi ulang. Bayangkan jika negara memonopoli pengadaan oksigen. Sesama partai bumi adu kuat cari pengaruh agar manusia nusantara dapat hidup di seluruh tumpah darah Indonesia.

 Demi tegak jalannya demokrasi nusantara, ditengarai predikat negara multipartai. Persaingan hidup memkasa anak bangsa pribumi berketurunan saking asyiknya, tidak sempat ambil tarik nafas dengan ikhlas. Seadanya dan diserahkan ke sentimen pihak ketiga. Tanpa aba-aba global, pikir ulang untuk bebas bernafas.

 Masalahnya, memperjuangkan hak untuk hidup secara kolektif, belum diatur oleh UU. [HaéN]

 

efek libur panjang, 1 Nov 2020 cukup 2 pemirsa

efek libur panjang, 1 Nov 2020 cukup 2 pemirsa

 Arus zaman dan laju peradaban pada kondisi tertentu seperti kembali ke zaman, adab pembentuk peradaban. Manusia kembali memanfaatkan daya dan potensi anggota badan, anggota tubuh plus sigap 24 jam. Kembali ke alam menjadi rujukan agar tetap eksis. Jenuh, bosan di rumah saja berdampak tidak sesuai asumsi WHO.

  Belanja modern liwat jasa dalam jaringan, mempercepat rindu bebas arogansi covid-19. Aksi laga vaksin yang masih di atas kertas atau sudah dalam proses penjajagan awal. Menambah daya tahan jiwa raga pakai hitung mundur. Biang pencetus virus dianggap punya obat penawar, macam film buron politik.

 Selaku pengguna aplikasi blogspot. Siap terima resiko penayangan olah kata. Standar ideal pemirsa semua negara, satu pemirsa per jam. Kinerja pribadi usahakan sehari bisa tayang sekitar 3 judul pukul rata. Kilas balik bulan kemarin, tersebut september 2020 tertayang 105 judul. Alias 3,5 judul per hari.

 Masih 1 November 2020 belum pukul 24:00, masih tertayang 2 (dua) pemirsa. Tak sempat mengingat pukul berapa. Berlangsung sampai 07:00. Belum selidik judul yang disimak, rasanya tidak jauh beda dengan hari sebelumnya. 31 Oktober 2020 tercatat 30 pemirsa. Tetap bersyukur. [HaéN]

 

tradisi kewarasan rakyat vs warisan politik sehat

tradisi kewarasan rakyat vs warisan politik sehat

Bukan pada koordinat titik temu. Sebolak-baliknya, pemerataan titik retak dari atas, luar bahkan dominan dari dalam. Konflik beda ukuran dan nomor kursi internal partai politik.

 Wujud besar anggaran demokrasi sesampainya pada saatnya. Predikat ibukota negara menjadikan biaya pesta demokrasi di Pilkada DKI 2012 mengindikasikan langkah nyata senyap peduli nusantara tanpa pandang warna politik dengan saweran politik. Mobilisasi pendanaan dana segar rakyat berbasis asas gotong royong atau kesukarelawanan.

 Ingat penggalangan dana uang receh, uang logam mampu menganulir tirani hukum.

 Wajar jika ada pihak yang berujar, pola saweran politik masih perlu kajian, studi banding, jajag pendapat mendalam secara lebih akademis berkadar politis berkelanjutan. Kubu penguasa tunggal nasional didukung pengusaha global, menampilkan fakta tersembunyi betapa. [HaéN]

 

sistem kepartaian vs tirani tunggal

sistem kepartaian  vs tirani tunggal

Vaksin dadakan anti 1001 penyakit manusia. Virus penyakit sudah tidak pakai adab batas wilayah, taat tata ruang dan pahami beda waktu. Jenis penyakit selalu termodifikasi sesuai kekebalan semu manusia. Semakin membara dendam bawaan sejak lahir, semakin tak berharga bangsa dan negara di matanya.

 Masalahnya, dendam politik tak akan sirna kendati ybs sudah di alam lain. Virus politik tak lekang dimakan arus peradaban zaman. Malah kian pilih tanding. Siapa saja menjadi palang halang akan dilibas sampai kentut terakhir.

 Sejatinya kekuatan bangsa bukan terletak pada sistem kepartaian. Andalan diluar dugaan terbaca pada harta karun nasib. Jelasnya, manusia politik “yang bukan siapa-siapa” mampu “menghilangkan diri” sehingga tampak “menjadi siapa-siapa”. [HaéN]

 

Minggu, 01 November 2020

susasana kebatinan rakyat vs kesadaran kolektif bangsa

susasana kebatinan rakyat vs kesadaran kolektif bangsa

Khusus buat tindak ayom ayem masyarakat yang bertentangan dengan tata moral, adat lokal dan akar budaya, selayaknya ditinggalkan ditanggalkan untuk mencegah dampak yang lebih fatal bagi rakyat.

 Konsep bermasyarakat sepertinya menjadi bias. Masalah bahasa yang oleh ahli politik diabaikan. mampu merubah bahkan memanipulasi kondisi. Contoh dengan muncul sebutan pemasyarakatan. Sebutan nara pidana dihaluskan menjadi warga binaan. Kasta manusia politik sekelas petugas partai, siap menjadi warga binaan.

 Unsur tanah menjadi bahan baku utama prosesing tanaman pangan. Efek samping menggembleng watak manusia dengan daya pasifnya namun berharap menampung curahan hujan. Jika daya serap masuk ambang jenuh, maka manusia penyantap hasil olah tanah, siap-siap mendapat limpahan tanah-air.

 Serakah politik menjadikan alam bertindak secara langsung. Peringatan ringan sampai teguran keras tidak menjadikan penghuni bumi sadar dan merenungi nasib diri. [HaéN]